Presiden Joko Widodo memperkenalkan Dewas dan Direksi INA. Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo memperkenalkan Dewas dan Direksi INA. Youtube Sekretariat Presiden

Jokowi Perkenalkan Dewas dan Direksi Lembaga Pengelola Investasi

Nur Azizah • 16 Februari 2021 11:43
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Dewan Pengawas (Dewas) dan Dewan Direksi Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Lembaga pengelola investasi ini diberi nama Investment Authority (INA).
 
Jajaran dewas berisi dua dua anggota ex-officio, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Jokowi juga memperkenalkan anggota Dewas INA dari unsur profesional.
 
"Ada tiga orang. Pertama saya perkenalkan Bapak Haryanto Sahari. Pak Haryanto Sahari ini beliau expert di bidang tata kelola perusahaan dan manajemen risiko," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haryanto sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai akuntan senior. Dia menjabat sebagai Komite Audit Unilever Indonesia sejak 2016 hingga sekarang.  
 
"Sebelumnya juga pernah sebagai Senior Auditor di Price Waterhouse Coopers Australia dan partner Price Waterhouse Coopers Indonesia. Serta berpengalaman memimpin restrukturisasi berbagai perusahaan di saat krisis ekonomi Asia di 1998-1999," jelas Jokowi.
 
Kedua, Yozua Makes. Ia ahli dalam bidang hukum, korporasi, dan keuangan. Yozua juga mendirikan firma hukum bernama Makes and Partner.
 
Jokowi mengungkapkan Yozua memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang hukum dengan spesialisasi menangani merger dan akuisisi, serta corporate finance. Termasuk, penanaman modal asing.
 
"Beliau menerima berbagai penghargaan internasional sebagai praktisi hukum pasar modal terbaik di Asia Leading Lawyers dari Asia-Pacific The Legal 500. Sebagai lawyer korporasi Pak Yozua, saya meyakini  memiliki reputasi di tingkat internasional," beber Jokowi.
 
Ketiga, Darwin Cyril Noerhadi. Ia ahli dalam pasar modal dan punya pengalaman dalam fund rising dan investasi hingga US$1,5 miliar di Indonesia, Malaysia, India, dan Vietnam.
 
Darwin juga berpengalaman sebagai komisaris dan direksi di berbagai entitas ternama, antara lain corporate finance partner Price Waterhouse Coopers Indonesia dan Chairman di Cradel Capital. Selanjutnya, Jokowi memperkenalkan jajaran Direktur INA.
 
"Pertama, saya mengundang Bapak Ridha Wirakusumah sebagai CEO INA (Ketua Dewan Direktur). Beliau sangat berpengalaman sebagai eksekutif senior di Indonesia perbankan, jasa keuangan, dan investasi," ujar dia.
 
Ridha pernah menjabat sebagai CEO di Bank Permata dan menjadi CEO di berbagai perusahaan multinasional. Beberapa di antaranya, CEO AIG di Hong Kong, Presiden dan CEO Asia-Pasifik di General Electric, Capital Consumer Finance and Banking, serta CEO di Maybank Indonesia.
 
"Kedua, Bapak Arif Budiman sebagai Deputi CEO INA. Beliau expert di Industri keuangan dan investasi. Memiliki pengalaman 25 tahun di berbagai perusahaan internasional dan domestik. Dan dalam usia yang sangat muda beliau dipercaya sebagai Presiden McKinsey Indonesia," terang Jokowi.
 
Ketiga, Stefanus Ade Hadidjaja sebagai Chief Invesment Officer INA. Dia ahli dalam investasi, berpengalaman sebagai konsultan internasional, CEO dan komite investasi di berbagai perusahaan multinasional.
 
"Dia Managing Director and Country Head untuk Indonesia dan Singapura, kemudian Teritory Services Leader di IBM Indonesia," lanjut Jokowi.
 
Keempat, Marita Alisjahbana sebagai Chief Risk Officer di INA. Dia mahir di bidang manajemen risiko. Jokowi memuji Marita lantaran memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang manajemen dan risiko.
 
"Beliau pernah menjabat sebagai Country and Corporate Risk Manager Citibank Indonesia selama 15 tahun, dan merupakan WNI pertama yang memegang posisi tersebut sepanjang sejarah. Pernah juga sebagai Country and Corporate Risk Manager Citibank Thailand, Vietnam, dan Filipina," ucap dia.
 
Terakhir, Eddy Porwanto sebagai Chief Financial Officer. Ia expert di pengelolaan keuangan. Ia juga punya banyak pengalaman sebagai direktur keuangan di berbagai sektor industri dan pernah bekerja di di Northstar Pacific.
 
"Dengan fondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta dewas dan jajaran direksi yang hebat dan jejaring internasional yang kuat saya meyakini, INA akan memperoleh kepercayaan nasional dan internasional dan mampu membuat INA sebagai Sovereign Wealth Fund kelas dunia," tutur Jokowi.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif