Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Dok Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Dok Setwapres

Wapres: Tokoh Agama Berperan Besar Menguatkan Kerukunan Bangsa

Nasional kerukunan beragama toleransi beragama maruf amin
Emir Chairullah • 04 November 2020 04:00
Jakarta: Tokoh agama dinilai mempunyai peran besar dalam mewujudkan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Kekuatan tokoh agama dituangkan dalam kelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang memiliki tugas dan peran strategis dalam menguatkan kerukunan.
 
"Salah satu yang sangat penting yang harus terus dijaga adalah kerukunan antarumat beragama, karena kerukunan antarumat beragama merupakan unsur utama dalam kerukunan nasional. Tugas penguatan kerukunan umat beragama di samping dilakukan oleh pemerintah, juga dilakukan oleh para tokoh agama,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menjadi pembicara kunci dalam rapat koordinasi nasional FKUB 2020 secara virtual, Selasa, 3 November 2020.
 
Ma'ruf menjelaskan FKUB dibentuk tak terlepas dari adanya konflik dan ketegangan antarumat beragama beberapa dekade terakhir. Konflik ini umumnya terjadi karena ada pendirian rumah ibadah, penyiaran agama, penodaan agama, perebutan aset ekonomi, kontestasi politik, dan lain sebagainya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan ketegangan atau konflik internal umat beragama umumnya dipicu pemahaman agama yang menyimpang atau pemahaman agama yang puritan. Pemahaman agama ini dalam beberapa kasus melahirkan radikalisme atau ekstremisme keagamaan.
 
“FKUB telah berhasil melaksanakan peran yang baik dalam membangun kerukunan umat beragama, terutama dalam penyelesaian sengketa rumah ibadah, penyiaran agama, dan persoalan lain yang mengarah pada gangguan kerukunan umat beragama,” jelasnya.
 
Baca: Wamenag Tekankan Pentingnya Pembinaan Keumatan
 
Bahkan dalam beberapa kasus, ungkap Ma’ruf, FKUB memiliki peran strategis untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. “FKUB menjadi sebuah wadah resolusi konflik yang efektif dan dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.
 
Sayangnya, lanjut Ma’ruf, masih ada beberapa kabupaten yang belum membentuk FKUB. Ada pula kabupaten yang sudah memiliki FKUB, tetapi belum berfungsi sebagaimana mestinya.
 
Dia menyebutkan sejak beberapa tahun ini terdapat aspirasi dari FKUB di daerah untuk memperkuat dan meningkatkan status hukum peraturan bersama menteri (PBM) tersebut lebih tinggi. Di samping itu, terdapat aspirasi pembentukan FKUB di tingkat pusat atau nasional.
 
"Tentu saja hal ini akan dikaji, dipertimbangkan, dan dipersiapkan secara matang,” jelasnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif