Foto dokumentasi Kemenag
Foto dokumentasi Kemenag

Wamenag Tekankan Pentingnya Pembinaan Keumatan

Nasional nkri kerukunan beragama toleransi beragama
Theofilus Ifan Sucipto • 28 Oktober 2020 12:05
Jakarta: Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menekankan pentingnya pembinaan keumatan. Sebab, agama dan berbagai perangkatnya adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa Indonesia.
 
"Kementerian Agama telah menggariskan pembinaan keumatan sebagai bagian penting pembangunan nasional," kata Zainut dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Zainut mengatakan upaya pembinaan keumatan masuk Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama 2020-2024. Ada tiga isu penting yang bakal digarap Kemenag.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, optimalisasi penyuluh agama islam dalam pembinaan keumatan. Kemenag memiliki penyuluh agama islam tersebar di seluruh kecamatan di Indonesia. Hal itu menjadi modal strategis dalam pembinaan umat di tingkat bawah.
 
"Kita akan terus mendorong para penyuluh ini semakin nyata dan berperan luas dalam pembinaan keumatan," ujar Zainut.
 
Isu berikutnya, yakni kemitraan strategis dengan organisasi masyarakat (ormas) islam dalam penguatan pendidikan, ekonomi, dan sosial-budaya. Kemenag berkepentingan memastikan seluruh ormas Islam memiliki peran yang luas dalam pembinaan.
 
Baca: Nilai Pancasila Solusi Penyelesaian Konflik
 
Zainut mengatakan isu ketiga adalah mengoptimalkan dana sosial keagamaan. Dana tersebut akan memperkuat keuangan syariah dan pemerataan ekonomi.
 
"Peran ini lah yang akan terus kita dorong dan perluas, berharap keduanya semakin nyata dalam membangkitkan keuangan syariah dan pemerataan ekonomi," kata mantan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
 
Zainut mengingatkan para dai bahwa permasalahan keumatan kian beragam. Salah satu tantangan paling nyata adalah gencarnya arus informasi yang berpotensi merusak tatanan keberagamaan bangsa Indonesia.
 
Seluruh dai, kata Zainut, harus memperluas wawasan supaya mampu berceramah dengan baik dan relevan dengan perkembangan zaman. Cara penyampaiannya juga harus mudah dimengerti sehingga isi pesan diterima dengan baik.
 
"Sudah seharusnya kita hadir dan memberi solusi terhadap ghirah atau semangat keberagamaan umat," kata Zainut.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif