Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Kepolisian Diminta Mengungkap Aktor Intelektual Demo UU Ciptaker

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Anggi Tondi Martaon • 15 Oktober 2020 20:58
Jakarta: Perusakan fasilitas umum saat demonstrasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada 8 Oktober 2020, harus diusut. Kepolisian diminta mengungkap aktor intelektual kerusuhan itu.
 
"Ungkap juga sumber dananya, dari mana itu berasal dan siapa aktor intelektualnya," kata Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer melalui keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Pihaknya mendukung sikap tegas kepolisian mengusut kerusuhan tersebut. Selain itu, Immanuel juga meminta Presiden Joko Widodo menemui kalangan aktivis mahasiswa, buruh, dan aktivis pro demokrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Polri Ungkap Alasan Penangkapan 4 Anggota KAMI Medan
 
Menurut dia, pertemuan diperlukan untuk menyerap aspirasi akar rumput. Terlebih, Jokowi pernah meminta saran dan kritik masyarakat atas kebijakannya.
 
"UU Cipta Kerja ini baik untuk semua rakyat, tapi memang ada beberapa pasal yang perlu dikritisi supaya bisa mengakomodasi semua kelompok," kata dia.
 
Immanuel menyebut penyerapan aspirasi penting untuk menyempurnakan beleid itu. Sehingga kemudahan investasi dan pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya tercapai.
 
"Kalau UU ini bisa mengakomodasi semua, pastinya baik untuk investasi," kata Immanuel.
 
Di sisi lain, dia menyayangkan penangkapan sejumlah aktivis dalam demo UU Ciptaker. Bareskrim menangkap petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan.
 
“Kami sesalkan penangkapan para aktivis yang pro demokrasi, yakni Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan oleh aparat kepolisian,” kata dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif