Ilustrasi PSBB/Medcom.id/Zaenal.
Ilustrasi PSBB/Medcom.id/Zaenal.

Survei: 55% Persen Masyarakat Ingin PSBB Dihentikan

Nasional survei lembaga survei PSBB
Theofilus Ifan Sucipto • 18 Oktober 2020 17:05
Jakarta: Sebanyak 55 persen masyarakat ingin pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dihentikan. Persentase itu didapat dari 1.200 responden survei Indikator Politik Indonesia.
 
“Mayoritas masyarakat menganggap PSBB sudah cukup agar ekonomi segera berjalan sebanyak 55 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Burhanuddin menyebut hanya 39 persen responden yang setuju PSBB dilanjutkan. Sedangkan enam persen responden lainnya mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tafsir saya karena masyarakat merasa pelaksanaan PSBB setengah hati. Ada atau tidak ada PSBB, tidak ada perbedaan jadi lebih baik dihentikan,” ujar dia.
 
Baca:DKI Terima 2.865 Laporan Gangguan Ketertiban Selama PSBB
 
Burhanuddin mengelaborasi survei tersebut dengan pertanyaan serupa saat survei pada Mei dan Juli 2020. Pada Mei 2020, 50,6 persen responden ingin PSBB dilanjutkan sementara 43,1 persen responden meminta PSBB dihentikan.
 
Hasil survei pada Juli 2020 justru menunjukkan hal sebaliknya. Sebanyak 60,6 persen responden ingin PSBB dihentikan sedangkan 34,7 persen responden ingin PSBB tetap berlangsung.
 
“Masyarakat mungkin sudah di titik sangat lelah beraktivitas di rumah sehingga ingin aktivitas ekonomi kembali berjalan,” terang Burhanuddin.
 
Teranyar survei Indikator Politik Indonesia kembali menunjukkan masyarakat ingin PSBB dihentikan. Burhanuddin mengatakan data tersebut bisa menjadi masukan pemerintah menentukan kebijakan selanjutnya.
 
“Yang penting pemerintah jelas tracing, testing, dan treatmentnya. Yang repot kalau strategi tidak ada, di saat yang sama krisis ekonomi makin keras,” tutur dia.
 
Sebanyak 1.200 responden diwawancara melalui telepon. Survei dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif