Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto disaksikan Ketua KPU Arief Budiman bersalaman saat akan mengikuti debat capres 2019 di Hotel Shangrilla, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto disaksikan Ketua KPU Arief Budiman bersalaman saat akan mengikuti debat capres 2019 di Hotel Shangrilla, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Publik Sulit Bersatu karena Ideologi

Nasional pilpres 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 02 Juli 2019 15:09
Jakarta: Pengamat politik Denny JA menyebut masyarakat Indonesia masih sulit bersatu setelah pemilihan presiden (pilpres). Hal itu terjadi karena persaingan ideologi sepanjang kompetisi penentuan presiden untuk lima tahun ke depan.
 
"Bagian paling sulit mempersatukan Indonesia adalah tidak hanya ada kompetisi kepentingan politik dan ekonomi, tapi juga ideologi," kata Denny di Gedung Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Denny menyebut jika saat Pilpres 2019 hanya berkutat dengan kepentingan politik dan ekonomi, persatuan lebih mudah terwujud. Kedua masalah tersebut, kata dia, bisa diselesaikan dengan kesepakatan kekuasaan. "Tapi pembelahan ideologi susah diselesaikan," ujar dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA itu menilai perselisihan ideologi bakal berlangsung meskipun Presiden terpilih Joko Widodo bertemu lawan politiknya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Hal itu juga tidak akan selesai jika Partai Gerindra sebagai oposisi bergabung ke pemerintahan.
 
"Pertarungan ideologi berhenti jika pemeluk (ideologinya) berkurang signifikan," pungkas dia.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Penetapan itu diambil melalui forum rapat pleno terbuka.
 
Baca: ASN Diminta Kembali ke Rutinitas Pascapemilu 2019
 
"Menetapkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2019 nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 85.067.362 atau 55,5 persen dari total suara sah," kata Ketua KPU Arief Budiman, Minggu, 30 Juni 2019.
 
Penetapan Jokowi-Ma'ruf sebagai pasangan terpilih ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU Nomor 1185/PL.01.9-Kpt/06/KPU/VI/2019 dan Berita Acara Nomor 152/PL.01.9-BA/KPU/VI/2019. Keduanya bakal dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif