PPP Beberkan Persoalan Darurat Indonesia Setelah 20 Tahun Reformasi

Siti Yona Hukmana 16 Mei 2018 10:37 WIB
demokrasiDemokrasi Indonesia
PPP Beberkan Persoalan Darurat Indonesia Setelah 20 Tahun Reformasi
Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy - MI/Ramdani.
Jakarta: Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menyebut masih ada persoalan darurat setelah 20 tahun reformasi Indonesia. Romy bilang persoalan itu tak hanya darurat, tapi juga kronis dan kritis.

“Persoalan pertama adalah darurat terorisme dan radikalisme. Persoalan kedua, darurat minuman keras,” kata Romy sapaan karib Romahurmuziy dikutip dari Antara, Rabu, 16 Mei 2018. 

Selanjutnya, darurat narkoba. Setiap hari banyak orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba. Lalu lanjutnya, persoalan kronis kemiskinan.


"Kita lihat ada ketimpangan. Dalam 35 tahun terakhir inilah potret kemiskinan kita, dari tahun 1964 angkanya bisa diturunkan drastis tapi semakin kemari dalam 20 tahun angka penurunannya semakin melandai. Itu artinya ada semacam “income trap” di sana yang membuat setiap pemerintah terasa berat menurunkan meskipun di bawah Jokowi berhasil menurunkan terus," tutur Romy.

Persoalan keenam, lanjut Romi, darurat korupsi. Ia megatakan, sudah banyak kepala daerah dan anggota dewan di daerah yang tertangkap akibat korupsi. 

Tercatat, sudah 86 kepala daerah ditangkap sejak KPK berdiri. Di Indonesia ada 514 kabupaten kota dan 34 provinsi.

(Baca juga: Reformasi Masih Jauh dari Impian)

"Ini berarti yang masalah sistemnya bukan orangnya. Ini orang antre dari pejabat menjadi penjahat. Kita harus melakukan koreksi total terhadap sistem ini, sehingga politik tidak berbiaya tinggi," ujarnya.

Persoalan lain, ia menilai menguatnya politik identitas yang akan berkonsekuensi pada persoalan krisis nasionalisme. “Misalnya, ada tuntutan khilafah, mengemukanya komunisme dan lainnya karena politik identitas. Mereka ingin menunjukkan dirinya di tengah globalisasi yang semakin tidak ada batas,” ucap dia. 

Selain itu, persoalan darurat intoleransi. “Misalnya ada orang mau salat karena bawa amplifier dituduh mencuri. Masyarakat saat ini mudah main hakim sendiri,” imbuh dia. 

Tak hanya itu, ia menambahkan adanya persoalan darurat hoaks dan fitnah serta overdosis demokrasi yang ditandai dengan adanya pelanggaran terhadap segala macam bentuk aturan. Seperti arena hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) digunakan untuk kegiatan politik.

Terakhir, persoalan krisis kepercayaan publik dan darurat politik uang. Darurat politik uang, ini, kata Romy, dapat mengakibatkan partisipasi pemilih merosot. 

Dalam kondisi itu, lanjutnya, berlaku pepatah ada uang abang disayang tak ada uang abang betul-betul melayang. "Inilah persoalan persoalan demokrasi kita, " pungkas Romy. 






(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360