Meski menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan sejak 2025, sosok kelahiran Jambi, 20 April 1972, itu cenderung jauh dari sorotan publik dan tidak termasuk figur yang kerap menghiasi pemberitaan politik nasional.
Namun, perjalanan karier Afriansyah Noor menunjukkan kiprah panjang yang telah ia bangun selama puluhan tahun, baik di dunia politik maupun sektor profesional.
Afriansyah mulai dikenal publik ketika terlibat dalam Tim Kampanye Nasional pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2004. Setelah itu, namanya sempat meredup sebelum kembali muncul dalam kontestasi politik 2014 saat bergabung dengan tim relawan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
| Baca juga: Kemenaker Soroti Akses Kerja Disabilitas, Rekrutmen Harus Fokus pada Kompetensi Bukan Keterbatasan |
Saat itu, ia dipercaya memimpin jajaran relawan nasional yang mendukung pasangan tersebut menuju kemenangan Pilpres.
Meski aktif dalam berbagai kegiatan politik, keberuntungan belum berpihak kepadanya di arena pemilihan legislatif. Afriansyah tercatat lima kali mencoba meraih kursi DPR melalui berbagai daerah pemilihan, mulai dari Jambi, DKI Jakarta II, Sumatera Selatan I hingga Jawa Barat V. Namun seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Kendati demikian, kiprahnya di internal Partai Bulan Bintang (PBB) justru terbilang menonjol. Ia dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal PBB selama dua periode berturut-turut, yakni 2017–2019 dan 2019–2024. Jabatan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan politiknya.
Setelah cukup lama berkarier di PBB, Afriansyah kemudian bergabung dengan Partai Demokrat.
Meniti Karier dari Dunia Profesional
Sebelum aktif di panggung politik nasional, Afriansyah lebih dahulu membangun karier di sektor swasta. Pada 1996, ia mengawali perjalanan profesionalnya sebagai pengawas proyek di PT Nusa
Raya Cipta.
Kemampuannya dalam bidang manajemen dan operasional membuat kariernya berkembang cukup cepat. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menduduki posisi Direktur Operasional PT Harna Ruas Permai hingga tahun 2000.
Pengalaman di dunia usaha terus bertambah melalui sejumlah jabatan strategis lainnya. Ia pernah menjadi Direktur Marketing PT Yosinesta Dwipratama, Direktur Operasional PT Kamba 9, serta Direktur Operasional PT Georai Pratama.
Tak hanya di sektor bisnis, Afriansyah juga pernah mengemban tugas sebagai Direktur Pengamanan Aset dan Penertiban pada Badan Pengelola Kompleks Kemayoran. Selain itu, ia turut berperan sebagai Dewan Pembina Yayasan Agung Darma Fiskal Plus Education.
Menapaki Jalur Pemerintahan
Karier Afriansyah di pemerintahan dimulai pada pertengahan 2022. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dalam perombakan Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan pada 15 Juni 2022.Selama lebih dari dua tahun, ia mendampingi Menteri Ketenagakerjaan dalam menjalankan berbagai program ketenagakerjaan nasional hingga masa jabatan tersebut berakhir pada Oktober 2024.
Usai meninggalkan posisi itu, Afriansyah kembali mendapatkan amanah di lingkungan pemerintahan. Ia dipercaya menjabat Wakil Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), mendampingi Haikal Hassan.
Kariernya berlanjut ketika pada September 2025 ia kembali masuk kabinet sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Penunjukan tersebut dilakukan setelah posisi tersebut kosong menyusul pergantian pejabat sebelumnya.
Meski tidak banyak tampil di depan publik, Afriansyah Noor tetap menjadi salah satu figur yang konsisten mengisi berbagai posisi strategis, baik di dunia politik maupun pemerintahan. Perjalanannya menunjukkan bahwa pengaruh dalam birokrasi tidak selalu dibangun melalui popularitas, melainkan juga melalui pengalaman panjang dan kepercayaan yang terus diberikan dari waktu ke waktu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda