Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar (kedua dari kanan). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar (kedua dari kanan). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

KLHK Integrasikan Rencana Kerja untuk Maksimalkan Folu Net Sink 2030

Fachri Audhia Hafiez • 24 Maret 2022 02:00
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengintegrasikan rencana kerja ke dalam program Indonesia's Forestry and Other Land Uses (Folu) Net Sink 2030. Secara harfiah, Folu Net Sink berarti dokumen penyerapan bersih karbon sektor hutan dan penggunaan lahan.
 
"Adanya integrasi rencana kerja KLHK ke dalam teknis operasional Folu Net Sink 2030, seperti aksi mitigasi, teknis operasional, hingga rincian output rencana kerja KLHK," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya melalui keterangan tertulis, Rabu, 23 Maret 2022.
 
Adapun aksi mitigasi sektor Folu Net Shink meliputi pengurangan laju deforestasi dan degradasi dalam berbagai aspek. Yakni, menekan laju deforestasi dan degradasi lahan mineral serta lahan gambut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi mitigasi lainnya, kata Siti, adalah pembangunan hutan tanaman, pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi dengan rotasi dan non rotasi. Lalu, restorasi gambut, perbaikan tata air gambut, dan konservasi keanekaragaman hayati.
 
Siti juga menjelaskan mengenai sembilan teknis operasional yang digagas untuk memaksimalkan operasional Folu Net Sink 2030. Yakni, pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), rehabilitasi hutan dan lahan, pengelolaan hutan lestari, perhutanan sosial, serta pengelolaan kawasan konservasi dan spesies.
 
"Berikutnya, teknis terkait konsolidasi fragmentasi habitat, perencanaan, evaluasi, dan pengendalian," ujar Siti.
 
Baca: Penanaman Pohon Dapat Menekan Deforestasi dan Kerusakan Lingkungan
 
Folu Net Sink akan membawa Indonesia menuju capaian komitmen kontribusi penurunan emisi yang ditetapkan secara nasional pada 2030. Folu Net Sink 2030 merupakan bagian strategi Indonesia untuk menjamin tercapainya tujuan Paris Agreement.
 
Langkah yang dilakukan adalah menahan kenaikan laju suhu bumi di bawah 1,5 derajat celsius. Folu Net Sink 203 juga menjadi panduan Indonesia dalam melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta merupakan bagian dari aspirasi Indonesia menuju Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR) pada 2050.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif