Penindakan Teroris Era Jokowi-JK Tinggi
Terorisme. Ilustrasi: Medcom.id/M Rizal.
Jakarta: Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah berjalan selama empat tahun. Dalam era ini, penindakan terhadap terduga terorisme dinilai cukup tinggi.

"Kalau kita bicara statistik, penindakan artinya penangkapan ya, itu jauh lebih banyak di era Jokowi," kata pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Ridwan Habib kepada Medcom.id, Senin, 22 Oktober 2018.

Ridwan menyebut setidaknya 700 terduga teroris ditangkap dan disidangkan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Angka ini dinilai lebih banyak dibandingkan dengan sepuluh tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Beberapa aksi teror terjadi selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Beberapa aksi yang diingat publik adalah aksi bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, penyerangan rumah tahanan di Markas Korps Brimob, dan bom bunuh diri di Surabaya.

Ridwan mengatakan jumlah serangan teror tak berhubungan dengan sosok yang duduk sebagai pemimpin negara. Pelaku teror terus beraksi selama Indonesia berdiri sebagai negara kesatuan dan menganut demokrasi juga Pancasila.

Baca: Ketimpangan Penduduk Indonesia Berkurang

"Dari era Pak SBY dan Bu Mega (Presiden kelima Indonesia Megawati Sukarnoputri) sudah ada serangan teroris," jelas dia.

Namun, Ridwan menilai pemberantasan terorisme di era Presiden Jokowi jauh lebih baik jika dibandingkan sepuluh tahun pemerintahan SBY. "Karena, ya, dari sisi penangkapan masuk paling banyak empat tahun ini," jelas Ridwan.

Sejak peristiwa bom bunuh diri di Surabaya pada Mei 2018, polisi telah menangkap sekitar 242 terduga teroris. Sebagian besar terduga terorisme itu ditahan di lapas polres setempat. 





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id