anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi/Medcom.id/Fachri
anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi/Medcom.id/Fachri

Sikap Tegas Indonesia Hadapi Ancaman AUKUS Dinilai Tepat

Nasional alutsista tni pertahanan negara menlu retno lp marsudi Crosscheck AUKUS
Fachri Audhia Hafiez • 26 September 2021 12:51
Jakarta: Sikap tegas Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyikapi aliansi pertahanan Australia-Inggris-Amerika Serikat (AUKUS) diapresiasi. Respons diplomatik itu sudah di jalur yang tepat
 
"Jadi secara aksi diplomatik itu sudah benar menurut kami di DPR," kata anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi dalam Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'AUKUS, China Panas Indonesia Terimbas?', Minggu, 26 September 2021.
 
Bobby mengatakan ASEAN sudah sepakat tidak menginginkan penggunaan nuklir di kawasan. Namun, Australia berupaya menghadirkan kapal selama bertenaga nuklir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Heboh Aliansi AUKUS, Apakah Indonesia Patut Waspada?
 
"(Respons Indonesia) didukung juga oleh beberapa negara-negara sahabat dari 10 negara Asia yang salah satunya Malaysia juga menyampaikan hal serupa," ucap Bobby.
 
Menurut Bobby, ekskalasi di tingkat pertahanan patut diwaspadai. Dia juga mendorong penebalan pertahanan di titik-titik wilayah timur Indonesia, seperti Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.
 
"Secara fisik Indonesia juga sudah siap dengan pengembangan organisasi Kogabwilhan III itu . Penguatan kekuatan lapisan udara itu kan lagi penebalan dan rencana pembelian alutsista baru yang (mengarah) ke sana," ujar Bobby.
 
Sebelumnya, Menlu Retno menanggapi aliansi pertahanan AUKUS. Menurut Retno dalam konteks yang lebih luas di luar Indonesia mengkhawatirkan meningkatnya tensi di antara negara-negara besar.
 
AUKUS adalah pakta pertahanan yang fokus pada kapabilitas militer AS, Australia, dan Inggris. Pakta ini meliputi elemen perang siber, kepintaran buatan (AI), kemampuan bawah laut, dan juga teknologi nuklir.
 
AUKUS dipandang sebagai sebuah pakta yang tidak sejalan dengan komitmen non-proliferasi nuklir, atau janji untuk tidak membuat atau menyebarkan senjata nuklir. Dalam kesepakatan AUKUS, Australia akan mendapat bantuan dari AS dan Inggris untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.
 
Komunitas internasional meyakini AUKUS sebagai salah satu upaya menghadapi pengaruh Tiongkok di kawasan. Namun, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan AUKUS tidak ditujukan untuk menghadapi Negeri Tirai Bambu.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif