Wapres Ma'ruf Amin bakal memimpin rapat koordinasi (rakor) penanggulangan kemiskinan ekstrem di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jateng. Foto: MI/Adam Dwi
Wapres Ma'ruf Amin bakal memimpin rapat koordinasi (rakor) penanggulangan kemiskinan ekstrem di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jateng. Foto: MI/Adam Dwi

Ma'ruf Ingatkan Pembangunan Papua Jangan Ditunda-tunda

Nasional Papua Wapres maruf amin otonomi khusus papua Masyarakat Papua
Kautsar Widya Prabowo • 15 Desember 2021 19:08
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menginstruksikan jajarannya tidak lagi menunda pembangunan kesejahteraan di Papua. Program percepatan pembangunan harus diselaraskan dengan aspirasi berbagai elemen masyarakat. 
 
"Dilakukan secara komprehensif dan sinergi mencakup seluruh sektor dan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, termasuk seluruh unsur yang ada di Papua, termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, semuanya," ujar Ma'ruf saat memimpin Rapat Pendekatan Penanganan Papua Pasca-Undang-Undang Otsus Papua 2021 di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Rabu, 15 Desember 2021.
 
Menurut dia, pelibatan seluruh aspirasi masyarakat dalam penyusunan program akan memberikan dampak yang menyeluruh. Selain itu, pelaksanaan program tidak seluruhnya berasal dari pusat, tetapi melibatkan otoritas setempat yang memahami seluk-beluk daerah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Wapres Instruksikan Pembangunan Papua Dipercepat dengan Pendekatan Humanis
 
"Penguatan operasi teritorial dengan melibatkan kodim, koramil, babinsa sebagai ujung tombak di lapangan untuk melakukan pendekatan kesejahteraan kepada orang asli Papua (OAP)," jelas Ma'ruf. 
 
Selain itu, Ma'ruf menjelaskan bidang keamanan menjadi salah satu fokus pendekatan dalam mendukung percepatan pembangunan di Papua. Ia ingin pendekatan tersebut diterapkan lebih dinamis dalam mewujudkan kesejahteraan di Bumi Cenderawasih itu
 
"Pendekatannya lebih humanis dan dialogis dengan masyarakat terutama dengan tokoh-tokoh adat, agama, tokoh pendidikan, perempuan, dan pemuda," beber dia. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif