Jakarta: Mantan Diplomat Indonesia Ple Priatna menilai sanksi negara-negara Barat pada Rusia senjata makan tuan. Sanksi tidak berdampak signifikan dan malah merugikan masyarakat Barat.
"Negara-negara Eropa menembak perut dan kaki sendiri dan terbukti menyulitkan warga biasa," kata Ple dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Eksklusif, Begini Putin Menjawab Akademisi Indonesia,’ Minggu, 6 November 2022.
Ple mencontohkan harga gas dan listrik di Inggris meroket hingga 400 persen. Namun pemerintahnya tetap kukuh memberi sanksi kepada Rusia.
"Seolah-olah menutup mata dan melakukan kekeliruan. Sanksi menjadi ambisi, bukan tindakan politik rasional," papar dia.
Sebaliknya, kata Ple, ekonomi Rusia justru melesat. Negara Beruang Merah mampu meraup keuntungan hingga USD35 juta dalam satu bulan.
"Sanksi tidak terukur menjadi ambisi besar menurut saya mengancam perdamaian karena channel diplomatik ditutup hanya untuk menghukum Rusia dengan segala cara," ujar dia.
Jakarta: Mantan Diplomat Indonesia Ple Priatna menilai sanksi negara-negara Barat pada
Rusia senjata makan tuan. Sanksi tidak berdampak signifikan dan malah merugikan masyarakat Barat.
"Negara-negara Eropa menembak perut dan kaki sendiri dan terbukti menyulitkan warga biasa," kata Ple dalam diskusi virtual
Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Eksklusif, Begini Putin Menjawab Akademisi Indonesia,’ Minggu, 6 November 2022.
Ple mencontohkan harga gas dan listrik di Inggris meroket hingga 400 persen. Namun pemerintahnya tetap kukuh memberi sanksi kepada Rusia.
"Seolah-olah menutup mata dan melakukan kekeliruan. Sanksi menjadi ambisi, bukan tindakan politik rasional," papar dia.
Sebaliknya, kata Ple,
ekonomi Rusia justru melesat. Negara Beruang Merah mampu meraup keuntungan hingga USD35 juta dalam satu bulan.
"Sanksi tidak terukur menjadi ambisi besar menurut saya mengancam perdamaian karena channel diplomatik ditutup hanya untuk menghukum Rusia dengan segala cara," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)