Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya (kanan). Foto MI Susanto
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya (kanan). Foto MI Susanto

Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Bukan Usulan NasDem

Nasional Amendemen UUD 45
Nur Azizah • 04 Desember 2019 12:00
Jakarta: Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya membantah wacana perpanjangan masa jabatan presiden berasal dari partainya. NasDem mengangkat isu tersebut sebagai diskursus bersama.
 
"Kami tidak pernah menjadikan itu sebagai usulan politik. Usulan politik suatu (yang) sifatnya tekstual dan resmi," kata Willy kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Willy sepakat wacana itu diangkat sebagai bahan diskusi. Segala aspirasi dari masyarakat perlu dibicarakan bersama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau itu sebagai sebuah wacana, sebuah diskusi ya tidak apa-apa. Itu kan aspirasi publik, tugas dan fungsi partai itu menyerap aspirasi publik," ujar dia.
 
Namun, wacana tersebut belum menjadi putusan politik dari NasDem. Anggota Komisi I DPR ini menyebut politik hanya suka mengangkat isu sensasional dan identitas.
 
"Apakah itu menjadi putusan politik? belum tentu. Ini hanya dijadikan bahan untuk diskusi. Saat ini jarang sekali diskusi gagasan," kata dia.
 
Ketua Fraksi NasDem di MPR Taufik Basari mengatakan NasDem akan mendorong amendemen secara menyeluruh. Kajiannya pun harus dilakukan secara komprehensif berdasarkan konstitusi dan kebutuhan bangsa.
 
NasDem, kata Taufik, akan mengkaji dan menyerap aspirasi terkait kemungkinan perubahan, penambahan, ataupun penghilangan norma-norma dalam UUD. Hal itu sesuai hasil rekomendasi kongres partai beberapa waktu lalu.
 
Awalnya, amendemen UUD 1945 sebatas mengembalikan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Namun, sejumlah usulan berkembang dan mulai merembet ke soal masa jabatan dan pemilihan presiden.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif