Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon

Tutup Potensi Partisan dalam Pemilihan Penjabat Kepala Daerah

Anggi Tondi Martaon • 11 Januari 2022 17:36
Jakarta: Pemerintah diminta memilih penjabat kepala daerah dengan baik. Sosok yang dipilih harus netral.
 
"Sekarang yang dibatasi itu orang yang berpotensi partisan. Partisan kepada parpol tertentu," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Januari 2022.
 
Grand master catur Indonesia itu menegaskan pihaknya tak ingin pemilihan penjabat kepala daerah dimanfaatkan kelompok tertentu. Sebab, hal itu dianggap sebagai ketidakadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita diajari adil. Kalau bagaimana? Ya, ini sudah kesepakatan. Kalau kesepakatan, ya, dijalani," ungkap dia.
 
Baca: Gerindra Usul Pembentukan Tim Penilai untuk Penjabat Kepala Daerah
 
Dia mengusulkan sejumlah cara untuk memastikan memilih sosok penjabat netral. Salah satunya, melihat rekam jejak para calon.
 
"Kan, ada rekan jejak. Dicek hobinya apa? Dicek kegiatan sosialnya apa? Kesenangannya apa? Kan, bisa dicek," sebut dia.
 
Dia menyampaikan aturan main pemilihan penjabat kepala daerah sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Ketentuan tersebut harus diikuti.
 
"Kalau kalimat siapa yang pantas, itu sudah ada kriterianya. Kalau gubernur itu eselon satu. Kalau kabupaten/kota, eselon dua atau setara," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif