Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemerintah Diminta Setop Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS

Nasional isis WNI Gabung ISIS
Intan Yunelia • 11 Februari 2020 19:13
Jakarta: Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah tak main-main dengan wacana memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Keputusan harus dibuat dengan pertimbangan matang.
 
"Kami mengingatkan kepada pemerintah untuk menghentikan wacana itu. Tapi kalau sudah siap segera lakukan, kalau tidak siap jangan coba-coba lakukan," kata Bambang usai sosialisasi dengan Media Group di Kantor Metro TV, Jakarta Barat, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Menurut dia, pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan. Dia tak mau keputusan yang diambil menjadi masalah baru di masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau pemerintah sudah mempunyai cara yang bagus dan terencana dengan baik dan yakin tidak memiliki dampak-dampak negatif lain, monggo kita akan mendukung sepenuhnya tapi kalau belum yakin dengan wacana ini prioritaskan harapan masyarakat dengan pertumbuhan yang lebih baik," jelas dia.
 
Presiden Joko Widodo sudah menegaskan menolak memulangkan 600 WNI eks ISIS. Dia mempertimbangkan keselamatan negara dan keamanan rakyat Indonesia. Hal ini mengingat sebagian dari mereka kombatan yang terang-terangan menolak ideologi Pancasila.
 
Pemerintah Diminta Setop Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS
Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam kunjungan ke Kantor Metro TV, Jakarta Barat, Selasa, 11 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
 
Namun, Jokowi mengaku tak ingin memutuskan perkara ini secara sepihak. Dia meminta masukan dari jajarannya untuk menentukan nasib para WNI eks kombatan ISIS.
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pemerintah telah membentuk tim untuk menggodok draf pemulangan eks ISIS. Rencana pemulangan eks ISIS baru diputuskan sekitar Mei atau Juni 2020.
 
Tim dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius. Mereka bakal menganalisis pro dan kontra setiap keputusan.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif