Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita
Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita

Menkes Diminta Transparan Soal Karantina WNI

Nasional virus korona evakuasi wni
Kautsar Widya Prabowo • 04 Februari 2020 07:25
Jakarta: Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita, meminta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, bersikap terbuka terkait karantina 238 Warga Negara Indonesia (WNI) di Natuna, Kepulauan Riau. Menurut dia, masyarakat perlu diberi informasi terkini menyangkut para WNI yang dievakuasi karena virus korona di Wuhan, Tiongkok.
 
"Agar tidak ada yang simpang siur, dan harus betul dari Kemenkes melakukan edukasi, agar masyarakat tidak khawatir," ujar Felly kepada Medcom.id, di Kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.
 
Felly mencontohkan warga yang menolak Natuna sebagai pusat karantina. Dia menyebut hal itu sebagai kurangnya informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Padahal Pemerintah Tiongkok melalui standar badan kesehatan dunia (WHO) telah memastikan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dinyatakan sehat dan bebas dari virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah Tiongkok punya standar (warga negara asing) gak boleh keluar kalau sakit. Masyarakat yang demo tidak tau ini, ini harus disampaikan kepada masyarakat agar tidak khawatir dengan virus korona," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Felly juga meminta Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan dan Ditjen Imigrasi. Tujuannya untuk memantau perkembangan tujuh WNI yang masih berada di Tiongkok. Sebanyak empat dari tujuh WNI itu menolak dievakuasi, sementara tiga lainnya tak diizinkan dievakuasi lantaran kondisi mereka yang tidak sehat.
 
"Kami minta berkerja sama, mengontrol, menyampaikan, kami minta diupdate kepada masyarakat informasi terbaru setiap waktu. Supaya masyarakat tidak resah itu yang kami minta," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Ratusan warga Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berunjuk rasa di gerbang Bandara Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai, Sabtu, 1 Februari 2020. Massa menolak rencana pemerintah menjadikan Kabupaten Natuna sebagai tempat karantina WNI dari Tiongkok.
 
"Kami minta agar WNI dari Wuhan tidak turun di Natuna. Pada intinya berikan kepastian kepada kami," kata anggota DPRD Natuna, Wan Aris Munandar, yang turut dalam aksi di lokasi.
 
Elemen masyarakat yang berunjuk rasa tersebut, di antaranya Ormas, OKP, Aktivis LSM, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat umum. Mereka berusaha masuk ke bandara, namun dihalau oleh beberapa petugas gabungan di pintu gerbang. Sempat terjadi aksi saling dorong antar masyarakat dengan aparat saat berusaha masuk ke bandara.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif