Menkes Terawan Agus Putranto. Foto: Antara/Wahyu Putro
Menkes Terawan Agus Putranto. Foto: Antara/Wahyu Putro

Menkes: Informasi Hoaks Korona Lebih Bahaya dari Virusnya

Nasional virus korona
Juven Martua Sitompul • 04 Februari 2020 03:34
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menyebut pemberitaan atau informasi hoaks terkait virus korona membahayakan situasi Indonesia. Apalagi informasi virus yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
 
"Dibandingkan virusnya lebih berbahaya informasinya, terutama yang hoax yang banyak beredar," kata Terawan di Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.
 
Terawan mencontohkan informasi terparah tentang virus korona, salah satunya kabar empat orang meninggal yang ternyata hanya simulasi. Dia khawatir informasi hoaks lain tentang virus ini akan menimbulkan kegelisihan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini tentu menimbulkan kegelisahan banyak orang, padahal itu hanya simulasi tetapi kesannya seperti sebetulnya," kata dia.
 
Terawan membantah pemerintah lamban mengevakuasi warga megara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok. Menurutnya, pemerintah sangat aktif berkomunikasi dengan pihak Tiongkok agar dapat melakukan proses evakuasi.
 
Dia mengatakan bukan hal mudah melakukan evakuasi WNI di Wuhan karena warga di sana tidak tinggal satu tempat. Bahkan ada warga yang tinggal 500 km dari Kota Wuhan. Pemerintah juga sulit menyadarkan WNI untuk pulang . Terbukti ada empat orang yang tidak mau pulang dan memberikan surat pernyataan tidak akan kemana mana.
 
"Karena itu waktu yang kita dapatkan untuk mempersiapkan hampir kurang dari 1x24 jam. Kita juga menunggu izin dari pemerintah Tiongkok juga sehingga baru dievakuasi kemarin," katanya.
 
Terawan tak mempersoalkan WNI yang menolak kembali ke tanah air. Dia yakin mereka yang memilih menetap di sana mengetahui persis kondisi Wuhan. Kondisi tersebut juga berlaku bagi seluruh warga Indonesia di Tiongkok.
 
Terawan menyebut warga yang tak lolos screaning harus menerima konsekuensi kondisi dari public health emergency international concern. Yakni 'tidak boleh sebuah negara memberangkatkan warga negara yang sakit atau memberangkatkan orang dalam kondisi sakit'.
 
"Ini sakit apapun, karena itu dilakukan screaning yang tepat agar tidak terjadi pelanggaran dari public health emergency international concern. Jadi mereka kena screaning di pemeriksaannya sehingga tidak bisa pergi, bahkan sakit mata atau pencernaan sekalipun, jadi bukan corona," tegasnya.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif