Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Pajak Sembako Premium Dinilai Berimplikasi pada Pengurangan Pekerja Restoran

Nasional pajak perpajakan sembako penerimaan pajak pandemi covid-19 PPN
Fachri Audhia Hafiez • 20 Juni 2021 11:57
Jakarta: Rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembilan bahan pokok (sembako) jenis premium dinilai berimplikasi pada sektor pekerja. Khususnya, pekerja restoran yang menyajikan bahan yang dikenakan pajak.
 
"Pekerja yang di bawahnya bisa jadi berdampak," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay kepada Medcom.id, Minggu, 20 Juni 2021.
 
Saleh menilai pajak tersebut akan membebani kebutuhan pangan yang disajikan restoran. Lalu, menambah nilai jual sebuah hidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situasi tersebut, kata Saleh, berpotensi menurunkan jumlah pengunjung restoran. Jumlah pengunjung restoran anjlok berpotensi mengurangi jumlah pekerja.
 
"Katakanlah orang datang ke restoran yang berkurang. Kalau berkurang, nanti para pekerja (juga) turun jumlahnya dan seterusnya," ujar Saleh.
 
Anggota Komisi IX DPR ini menuturkan kategori sembako premium dan yang bukan premium masih sulit dibedakan. Misalnya, sembako premium itu apakah yang dimaksud dari sisi harganya atau yang diimpor.
 
Baca: Tak hanya Kejar Pendapatan, Begini Niat Pemerintah terkait Pajak Sembako
 
Fraksi PAN tegas menolak apa pun rencana pengenaan pajak sembako. Terlebih, kondisi pandemi covid-19 membuat perekonomian masyarakat serba sulit.
 
"Masyarakat kita justru harus banyak dibantu bukan malah dikenakan pajak," ucap Saleh.
 
Rencana pengenaan pajak sembako premium termaktub dalam draf revisi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut revisi UU KUP tak akan memajaki sembako murah.
 
Pajak hanya diberikan pada sembako kelas premium. Sejumlah sembako yang dikategorikan kelas premium yakni, beras shirataki atau basmati, daging wagyu, dan kobe.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif