NEWSTICKER
Ilustrasi: Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM membawa spanduk saat berunjukrasa memperingati Hari HAM Internasional di depan Gedung DPRD, Malang, Jawa Timur, Selasa, 10 Desember 2019. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi: Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM membawa spanduk saat berunjukrasa memperingati Hari HAM Internasional di depan Gedung DPRD, Malang, Jawa Timur, Selasa, 10 Desember 2019. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Warga Wamena Nyalakan Lilin Memperingati Hari HAM

Nasional hak asasi manusia ham
Marcheilla Ariesta • 11 Desember 2019 07:36
Wamena: Warga Wamena, Papua, turut meramaikan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Selasa, 10 Desember 2019. Mereka memperingatinya dengan menyalakan lilin dari sore hingga malam di halaman Kantor Bupati Jayawijaya.
 
Acara pemasangan lilin itu sebagai tanda belasungkawa terhadap korban kekerasan dan korban pelanggaran HAM di 'Bumi Cenderawasih'. Kegiatan ini dipandu Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya, Pendeta Aleksander Mauri.
 
Ketua FKUB Kabupaten Jayawijaya, Pendeta Esmon Walilo, memimpin doa sebagai tanda aktivitas itu dimulai. Acara dilanjutkan dengan pernyataan Ketua Pemerhati HAM Papua, Theo Hesegem, dan peraih penghargaan Yap Thiam Hien 2009, Pastor Jhon Jongga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap manusia layak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Pada hari HAM ini, saya mau mengajak kita semua untuk saling menghargai dan menghormati hak hidup untuk semua orang dan saling mengasihi satu sama yang lain, sekalipun dari pandangan manusia kita berbeda tetapi pandangan Tuhan kita sama di hadapan-Nya," kata Hasegem seperti dikutip dari Antara.
 
Hesegem meminta semua pihak memusuhi kekerasan dan kekejaman yang berujung menghilangkan nyawa manusia. Publik diharapkan saling menghargai sesama manusia sebagai sesama karya Tuhan.
 
Sementara itu, Jongga memaparkan tentang kasus Nduga, Papua yang telah menelan 255 korbanjiwa. Namun, hingga kini belum ada penanganan yang baik dari pemerintah atas kasus ini.
 
Menurut dia, kasus itu sudah dilaporkan ke sejumlah pemangku kepentingan. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Komisi Nasional (Komnas) HAM, dan beberapa institusi lain diminta bersikap.
 
Jongga juga menyinggung kegiatan seminar yang mengusung tentang bahaya minuman keras dan narkoba yang tidak terlaksana dengan baik. Warga takut datang mengikuti kegiatan yang digelar di Gedung Ukumearek Asso, Wamena, itu.
 
"Akhinya hanya sedikit orang saja yang ikut hadir merayakan hari ulang tahun HAM internasional. Masyarakat mau datang namun aparat berjaga begitu berlebihan di pintu masuk dan halaman gedung sehingga peserta yang hendak mau ikut kegiatan yang dimaksud memilih pulang," kata dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif