Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) melihat barang bukti motor Harley-Davidson pesanan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) melihat barang bukti motor Harley-Davidson pesanan eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Skandal Harley Ilegal Tak Berhenti di Ari Askhara

Nasional Garuda Indonesia harley-davidson
Ilham wibowo • 07 Desember 2019 18:23
Jakarta: Skandal penyelundupan sepeda motor Harley-Davidson dipastikan tak berhenti di eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Jajaran direksi Garuda yang terlibat bakal diumumkan setelah pembahasan lanjutan di tingkat Dewan Komisaris.
 
"Komisaris dan direksi Garuda akan bekerja secepat mungkin dan tidak akan mengganggu operasional Garuda," kata Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Desember 2019.
 
Menurut dia, penyelundupan motor klasik Harley-Davidson tipe Shovelhead dan sepeda Brompton itu diduga sudah direncanakan sejak lama. Untuk itu, pihak-pihak yang terlibat diberhentikan sementara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sahala menegaskan keputusan Dewan Komisaris sifatnya mengikat dan permanen setelah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Sebagai perusahaan negara sekaligus perusahaan publik, Garuda Indonesia mesti tunduk terhadap aturan.
 
"Ada dua cara pemberhentian direksi, pemberhentian sementara dari Dewan Komisaris, dan permanen dari RUPS," paparnya.
 
RUPS Garuda Indonesia dilakukan paling lambat 45 hari setelah Dewan Komisaris mengajukan berkas permohonan kepada Otoritas Jasa keuangan (OJK). Selain pemberhentian permanen, RUPS juga menentukan sosok pengganti para direksi.
 
"Kami lagi bahas siapa yang terbaik, kami akan sesegera mungkin," tutur dia.
 
Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah penyelundupan motor Harley-Davidson dan dua sepeda lipat Brompton terbongkar. Kendaraan itu ditemukan di dalam pesawat baru Garuda jenis Airbus A330-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis, Sabtu 16 November 2019.
 
Harga motor Harley itu berkisar Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta. Sementara itu, nilai sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unitnya. Total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar akibat kasus ini.
 
Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra dicopot karena kasus ini. Dia diduga kuat menjadi pemiliki Harley ilegal ini. Direktur Keuangan (Dirkeu) Garuda Indonesia Fuad Rizal pun ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama.
 
Fuad tak tercatat dalam manifes pesawat Airbus A330-900 Neo yang membawa Harley-Davidson dan dua sepeda Brompton selundupan. Dia bakal memegang kendali hingga rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) penentuan direktur utama definitif digelar.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif