KPU. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
KPU. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Hasyim Asy'ari Jabat Wakil Ketua Divisi Teknis KPU

Nasional kpu pileg
Kautsar Widya Prabowo • 19 Maret 2020 19:26
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjuk komisioner Hasyim Asy'ari menjabat wakil ketua Divisi Teknis Penyelenggaran dan Logistik Pemilu. Keputusan ini diambil setelah Ketua Divisi Teknis Evi Novida Ginting dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
 
"Tugas-tugas divisi teknis yang selama ini diemban Ibu Evi, ditugaskan (kepada) Wakil Ketua Divisi Teknis Hasyim Asy'ari," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Maret 2020.
 
KPU berharap permasalahan ini tidak menganggu proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Seluruh jajaran KPU di daerah diinstruksikan tetap menggelar pesta demokrasi sesuai pedoman dengan memperhatikan faktor keselamatan di tengah wabah virus korona (covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menyesuaikan dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Pencegahan Penularan Infeksi Korona di Lingkungan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota," jelas Pramono.
 
DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian kepada komisioner KPU Evi Novida Ginting dalam sidang kode etik, Rabu, 18 Maret 2020. Evi dianggap mengintervensi jajaran KPU Kalimantan Barat (Kalbar) pada penetapan calon legislatif (caleg) DPRD Kalbar.
 
Kasus ini bermula dari aduan caleg Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar VI Hendri Makaluasc kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sanggau dan Mahkamah Konstitusi (MK). Laporan terkait pengelembungan 2.414 suara ke pesaingnya yang berada di nomor urut tujuh Partai Gerindra, Cok Hendri Ramapon.
 
Pengelembungan suara terjadi di 19 desa di Pontianak, Kalbar. DKPP menilai ada intervensi dari KPU kepada komisioner KPU Pontianak. Akibatnya, KPU Pontianak salah mengoreksi perolehan suara sehingga tidak berdasarkan putusan MK.
 
Hasyim Asy'ari Jabat Wakil Ketua Divisi Teknis KPU
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
 
Baca: DKPP Memberhentikan Komisioner KPU Evi Novida Ginting
 
DKPP menilai KPU Pontianak hanya memperbaiki dan menetapkan perolehan 5.384 suara dari Hendri Makaluasc. KPU Pontianak dianggap mengoreksi perolehan 6.599 suara dari Cok Hendri Ramapon.
 
"Tindakan teradu I sampai VII terbukti sengaja secara melawan hukum memerintahkan teradu VIII sampai XI menetapkan Cok Hendri Ramapon sebagai calon terpilih dengan perolehan suara 4.185 tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 422 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," kata pelaksana tugas Ketua DKPP Muhammad saat membacakan putusan di Jakarta, 18 Maret 2020.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif