Jokowi saat menerima dukungan dari ribuan alumni Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Desi
Jokowi saat menerima dukungan dari ribuan alumni Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Desi

Jokowi Mulai Bosan 'Main Halus'

Desi Angriani • 03 Februari 2019 15:50
Semarang: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengaku mulai bosan bermain halus. Selama ini, Jokowi kerap diam dan tidak merespons berbagai tudingan yang ditujukan padanya.
 
Jokowi sering dituduh antek asing, anggota PKI, anti-ulama, tujuh kontainer surat suara dicoblos hingga melakukan kriminalisasi terhadap aktivis Ratna Sarumpaet.
 
"Masa suruh halus terus, ya kadang-kadang kita kan bosen. Bolehlah keras-keras sedikit," kata Jokowi saat menerima dukungan dari ribuan alumni Diponegoro di Kawasan Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 3 Februari 2019.
 
Menurutnya, cara terbaik menangkal kabar bohong atau hoaks adalah dengan menjabarkan fakta dan data. Misalnya, pemerintahan saat ini berhasil merebut  Freeport hingga mengembalikan pengelolaan Blok Rokan dan Blok Mahakam ke pangkuan Ibu Pertiwi.
 
Selanjutnya, kata Jokowi pemerintah juga mendorong RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan serta kerap mengunjungi pondok pesantren dalam setiap kunjungan kerjanya. Hal tersebut, bertolak belakang dengan anggapan mengenai Jokowi yang proasing serta anti-ulama.
 
"Yang benar di balik menjadi salah. Yang salah di balik menjadi benar. Saya sebenarnya empat tahun ini diam, saya hanya ingin kerja saja. Jangan dipikir saya sabar, saya dihina dimaki, dipikir saya penakut? Saya sampaikan berkali-kali, tidak ada rasa takut sekecil apapun yang hinggap di hati saya untuk kepentingan bangsa, rakyat, negara," tegasnya.
 
Baca: Politik Sensasional Prabowo Bikin Gerindra Melorot
 
Jokowi menduga serangan kebohongan tersebut berasal dari teori propaganda Rusia. Teori tersebut digunakan oleh konsultan asing yang disewa sejumlah pihak untuk memecah belah masyarakat.
 
"Teori propaganda Rusia ya seperti itu. Sehingga rakyat menjadi ragu. Memang teorinya seperti itu. Yang dipakai konsultan asing, ya enggak mikir ini memecah belah masyarakat," ujar Jokowi.
 
Meski demikian, Jokowi tetap mengajak seluruh pihak menjaga etika berpolitik, khususnya menjelang pemilu pada April mendatang. Dengan begitu, persatuan bangsa tetap terjaga tanpa terpecah belah oleh ujaran kebencian maupun kabar bohong.
 
"Mari kita menggunakan cara yang beretika dan berhenti memecah belah masyarakat," ujarnya.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>