Fadli Zon: Permendagri Jadi Biang Kerok Pelantikan Iriawan

Kautsar Widya Prabowo 20 Juni 2018 06:20 WIB
pilgub jabar 2018
Fadli Zon: Permendagri Jadi Biang Kerok Pelantikan Iriawan
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) membacakan sumpah jabatan saat melantik Penjabat Gubernur Jawa Barat Komjen Pol M. Iriawan (kedua kanan) di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/6). (Foto: Antara/M Agung Rajasa).
Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Cuti di Luar Tanggungan Negara Bagi Kepala Daerah menjadi penyebab permasalahan dalam pengangkatan Komjen Mochamad Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.

"Permedagri 1/2018 telah memberikan tafsir yang salah melalui pencantuman frasa setara jabatan tinggi madya, sehingga seolah aparat non sipil memiliki hak yang sama dengan ASN (Aparatur Sipil Negara)," ujar Fadli melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa, 19 Juni 2018. 

Baca juga: Pelantikan Iriawan Dinilai Melanggar Tiga UU


Menurutnya, Permedagri 1/2018 tersebut bertentangan dengan perundangan-undangan tentang ASN, Pilkada, dan Kepolisian. Alhasil, Kemendagri kembali menyeret polisi masuk ke dalam ranah politik praktis. 

"Ini kan tidak benar. Saat reformasi dulu kita sudah mengkoreksi dwifungsi TNI, jangan kini pemerintah mengulang kesalahan dengan dwifungsi Polri," tambahnya. 

Politisi Gerindra tersebut tidak ingin kesalahan pengangkatan Mayjen TNI Setia Purwaka sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur pada 26 Agustus 2008 dan pelantikan Irjen Pol Carlo Brix Tewu sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Barat pada 30 Desember 2016 terulang kembali. 

Baca juga: Tiga Fraksi Usulkan Hak Angket atas Pelantikan Iriawan

Oleh sebab itu, Parti Gerinda mendukung sepenuhnya pembentukan hak angket untuk menyelesaikan polemik yang terus bergulir. 

"Gerindra tidak menginginkan negara ini dikelola secara amatiran dan sekehendak hati penguasa. Itu sebabnya kami akan gulirkan Pansus Hak Angket," tutupnya. 





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id