Menteri Perdagangan M.Lutfi saat memberikan surat kepercayaan sebagai Dubes RI untuk AS kepada Presiden Donald Trump. Foto: Dok.KBRI Washington
Menteri Perdagangan M.Lutfi saat memberikan surat kepercayaan sebagai Dubes RI untuk AS kepada Presiden Donald Trump. Foto: Dok.KBRI Washington

M Lutfi, Pebisnis, Diplomat, dan Kini Kembali Memimpin Kemendag

Nasional Reshuffle Kabinet presiden jokowi Dubes RI untuk AS M.Lutfi M.Lutfi
Fajar Nugraha • 22 Desember 2020 16:20
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengumumkan perubahan pada susunan kabinet. Nama M Lutfi kembali muncul memperkuat Kabinet Indonesia Maju.
 
Sepak terjang dari pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1969 sudah lama dikenal. Sektor bisnis menjadi pilihan utamanya dalam berkarier.
 
Mengawali kariernya sebagai seorang pengusaha, M Lutfi bersama Erick  Wishnu Wardhana, dan Harry Zulnardy mendirikan Mahaka Group. Dia juga aktif dan menjadi ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), baik di HIPMI Jaya (1998-2001) maupun HIPMI nasional (2001-2004).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada usia 36 tahun, Lutfi ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk masuk ke dalam Kabinet Indonesia Bersatu sebagai Kepala BKPM pada 2005-2009. Catatan tersebut menjadikan Lutfi sebagai Kepala BKPM termuda sepanjang sejarah di Indonesia.
 
Selesai menjabat sebagai Kepala BKPM, M Lutfi mencoba kemampuan diplomasinya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang. Jabatan ini dipegangnya sepanjang 2010 hingga 2013.
 
Putra Minangkabau ini kemudian ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan pada 14 Februari 2014 oleh SBY. Saat itu dia menggantikan peran Gita Wirjawan di Kabinet Indonesia Bersatu II.
 
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode pertama, M Lutfi nyaris tidak terdengar. Namun ketika Jokowi memenangkan periode kedua, namanya muncul untuk menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat menggantikan Mahendra Siregar yang pulang untuk menjabat Wakil Menteri Luar negeri.
 
Dia resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September 2020 lalu. Lutfi pun telah bertemu dan menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden AS, Donald Trump, sekaligus memulai masa tugasnya sebagai Dubes RI untuk AS.
 
Agenda ekonomi menjadi perhatian dari Dubes Lutfi. Salah satu diantaranya adalah memastikan Indonesia bisa mendapatkan pasar di Amerika Serikat (AS). Tetapi di saat bersamaan bisa memberikan kepastian produk AS bisa bersaing di Indonesia.
 
“Untuk menjual lebih banyak, kita tentunya harus membeli juga. Ini akan menjadi perhatian utama bagi tugas saya di washington DC, selama tiga tahun ke depan,” ujar Dubes Lutfi dalam webinar bersama USINDO, Selasa 22 September 2020 waktu setempat atau Rabu 23 September 2020 waktu Indonesia.
 
Baca: Perdagangan yang Seimbang Jadi Agenda Utama Dubes Lutfi di Amerika.
 
Terdapat beberapa hal yang menjadi program prioritas Muhammad Lutfi. utamanya memastikan bahwa AS memperpanjang persetujuan fasilitas pembebasan tarif bea masuk (Generalized System of Preference/GSP) ke Indonesia.
 
Bagi pria yang banyak berkiprah di dunia usaha Indonesia ini, perdagangan menciptakan momentum di Indonesia. Perjanjian perdagangan bebas (FTA) juga menjadi tujuan dari kerja sama perdagangan Indonesia. Indonesia sudah menyepakati FTA dengan Australia, Chile serta bersama dengan negara anggota EFTA. EFTA adalah organisasi negara Eropa yang terdiri dari Swiss, Lichtenstein, Islandia dan Norwegia.
 
Hanya kurang lebih tiga bulan M Lutfi menjabat sebagai Dubes RI untuk AS, dia dipanggil pulang untuk memimpin Kementerian Perdagangan. Presiden Jokowi mengumumkan pada 22 Desember 2020 ini, M Lutfi akan menggantikan Agus Suparmanto.
 
Penunjukkannya diharapkan bisa meningkatkan sektor perdagangan Indonesia mengingat rekam jejaknya yang mumpuni dalam bidang usaha.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif