Jakarta: Pemerintah diminta memperhatikan pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 periode 3-9 Agustus 2021. Kebutuhan mereka harus benar-benar terpenuhi.
"Pemerintah harus memastikan pasien isolasi mandiri terpenuhi kebutuhannya hingga sembuh," kata anggota Komisi IX Nurhadi saat dihubungi, Selasa, 3 Agustus 2021.
Politikus NasDem itu menyebut keputusan menjalani isolasi mandiri bukan sepenuhnya keinginan pasien. Langkah tersebut diambil lantaran keterbatasan tempat perawatan, baik di rumah sakit atau tempat isolasi terpusat.
"Pasien terpaksa isoman karena over kapasitas faskes mulai dari puskesmas hingga rumah sakit," tutur dia.
(Baca: Pasien Bergejala Sedang-Berat Diminta Manfaatkan Fasilitas Isolasi Terpusat)
Nurhadi mengingatkan kondisi pasien yang menjalani isoman bisa memburuk akibat kebutuhan tak terpenuhi. Bahkan, mengakibatkan pasien meninggal.
"Jangan sampai kasus kematian pasien isoman terus meningkat akibat kurang pemantauannya," tutur Nurhadi.
Angka kematian covid-19 pada pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah cukup tinggi. Bahkan, sebanyak 30 persen dari 18.899 orang yang meninggal akibat covid-19 di Jawa Timur merupakan pasien isoman.
Nurhadi juga meminta pemerintah meningkatkan testing dan tracing. Peningkatan diperlukan untuk melihat kondisi penyebaran virus covid-19 di Indonesia.
"Penurunan kasus bukan berarti usaha penanganan pandemi telah berhasil, karena angka itu disertai oleh jumlah testing yang juga jauh menurun," ujar Nurhadi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan