Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tak Ada Jaminan Halalbihalal IPDN Bebas Virus Korona

Nasional Virus Korona
Anggi Tondi Martaon • 28 Mei 2020 18:16
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mengkritisi acara halalbihalal yang diselenggarakan oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Jawa Barat. Acara tersebut dianggap melanggar ketentuan pecegahan penyebaran virus korona.
 
"Kalau menurut saya, tidak ada jaminan bahwa kegiatan itu aman. Sebab, setiap ada keramaian, potensi penularan selalu saja mungkin terjadi. Itu yang perlu dihindari," kata Saleh kepada Medcom.id, 28 Mei 2020.
 
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun mempertanyakan karantina yang dilakukan berjalan maksimal atau tidak. Terutama menutup akses keluar masuk secara ketat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika masih ada penerimaan tamu dari luar kampus atau menerima masuknya orang-orang yang membawa logistik ke kampus, karantinanya belum tentu tertutup secara ketat. Artinya, masih ada kemungkinan orang luar masuk dan menyebarkan virus ke dalam kampus," ucap dia.
 
Mantan Wakil Ketua Komisi IX itu mengingatkan kasus penyebaran virus korona di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol). Sebanyak 300 siswa terjangkit virus korona.
 
"Dari mana dan bagaimana penyebarannya tidak jelas. Tetapi kasus itu sempat menjadi perhatian," ujar dia.
 
Baca: IPDN Gelar Halalbihalal di Tengah Pandemi
 
Dia berharap kelalaian serupa yang dilakukan oleh IPDN tidak terulang. Semua instansi harus mematuhi aturan yang dibuat oleh pemerintah.
 
"Paling tidak, selama masa pandemi ini semua pihak diharapkan dapat menjaga diri," katanya.
 
Kampus lIPDN di Jatinangor, Jawa Barat menggelar halalbihalal di tengah suasana pandemi virus korona. Acara yang berlangsung di Balairung Rudini pada Minggu, 24 Mei 2020 itu dihadiri seluruh mahasiswa (praja) yang berjumlah lebih dari 3.700 orang, serta pejabat sekolah tersebut.
 
Keterangan pers yang diperoleh Media Indonesia, kegiatan tersebut dilakukan atas perintah Rektor IPDN menghibur praja yang selama ini melakukan karantina di kampus. Kegiatan yang dilakukan diklaim tidak melanggar protokol kesehatan seperti pengaturan jarak kursi, penggunaan masker, dan cuci tangan.
 
"Seluruh civitas akademika sudah rapid tes dan hasilnya negatif covid semua," Kepala Biro Kerjasama, Humas, dan Hukum IPDN Baharuddin Pabba melalui siaran pers, Selasa, 26 Mei 2020.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif