Ilustrasi ASN. Foto: ANT/Zabur Karuru
Ilustrasi ASN. Foto: ANT/Zabur Karuru

Kualitas ASN Pascaperampingan Perlu Diawasi

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf Perampingan Pejabat Eselon 100 Hari Jokowi-Maruf
Theofilus Ifan Sucipto • 21 Januari 2020 16:26
Jakarta: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) diminta tetap memperhatikan kualitas sumber daya manusia (SDM) saat merampingkan eselon. Hal itu untuk menjamin tujuan efisiensi berlangsung maksimal.
 
“Perampingan tanpa memperhatikan SDM tidak akan optimal,” kata Direktur Eksekutif Politica and Publik Policy Jerry Massie kepada Medcom.id, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Jerry menilai perampingan eselon merupakah langkah baik dari Presiden Joko Widodo. Perampingan bisa membuat kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih efektif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dia menilai Kemenpan RB juga perlu memacu manajemen waktu ASN. Jumlah ASN yang terus bertambah harus diimbangi dengan hasil kerja yang kian bagus.
 
Kemenpan RB juga perlu fokus pada esensi perampingan eselon yaitu penyederhanaan. Hal itu termasuk pada pembayaran pendapatan ASN.
 
“Eselon dan golongan yang bisa disatukan, gaji dan tunjanganya disatukan saja,” ujarnya.
 
Jerry meminta pemerintah cermat membuat rencana perampingan eselon. Apalagi, hal itu bersinggungan dengan pemindahan ibu kota.
 
“Jadi dibikin target jangka panjang, jangan jangka pendek,” tutur Jerry.
 
Rencana perampingan jabatan eselon dalam tubuh kementerian muncul dalam pidato pelantikan Presiden Joko Widodo, Minggu, 20 Oktober 2019. Jokowi menjelaskan penyederhanaan birokrasi harus dilakukan besar-besaran.
 
Investasi penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Birokrasi panjang, kata Jokowi, harus dipangkas. Hal itu dianggap penting untuk memberikan stimulus positif terhadap perekonomian Indonesia di masa mendatang.
 
"Eselon harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," kata Jokowi.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif