Ilustrasi. MI
Ilustrasi. MI

Kemhan: Food Estate Bukan Program Cetak Sawah

Nasional Food Estate Kementerian Pertahanan
Nur Azizah • 14 Juli 2020 13:36
Jakarta: Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan food estate bukan program cetak sawah. Food estate dibuat untuk mengantisipasi krisis pangan seperti prediksi Badan Pangan Dunia (FAO).
 
"Food Estate di Kalimantan Tengah ini dikembangkan sebagai pusat pertanian pangan sebagai cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara. Food Estate bukan program cetak sawah," tegas juru bicara Kemhan Dahnil Anzar Simajuntak melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Food Estate akan dikembangkan menjadi pusat pangan nasional. Program ini akan mengembangkan padi, singkong, jagung, serta komoditas lainnya sesuai kondisi lahan dan kebutuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Food Estate sebagai cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara berfungsi membantu Kementerian Pertanian dan Bulog," jelasnya.
 
Dahnil menjelaskan bila suatu saat dalam kondisi tertentu Indonesia kekurangan suplaipangan, cadangan pangan yang sudah dikembangan dan dipersiapkan di food estate Kalimantan Tengah siap digunakan. Food estate juga bisa dimanfaatkan sebagai distribusi cadangan pangan ke seluruh Indonesia.
 
Baca: Food Estate Jaga Produksi Pangan di Musim Kemarau
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memilih Kemenhan sebagai leading sector pembangunan lumbung pangan baru. Alasannya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menangani seluruh masalah pertahanan.
 
"Dan yang namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu," kata Jokowi saat bincang-bincang dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.
 
Menurut Jokowi, Prabowo sudah memiliki hitung-hitungan pembangunan food estate. Lumbung pangan itu akan dibangun di Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
 
"Tapi tetap Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) kan juga back up di situ. Nanti urusan pertanian yang lain, pangan yang lain, ya tetap Mentan," ujarnya.
 
Pembangunan lumbung pangan ini bentuk antisipasi pemerintah terhadap ancaman krisis pangan. Badan Pangan Dunia (FAO) memprediksi dunia akan dilanda krisis pangan usai pandemi covid-19.
 
"Pembangunan food estate itu berangkat dari peringatan FAO bahwa akan ada krisis pangan dunia. Sehingga perlu kita antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis," ujarnya.
 
Jokowi menegaskan pembangunan food estate tak menggunakan lahan gambut. Ia memastikan pembangunan tak merusak lingkungan.
 
"Itu bukan lahan gambut. Itu aluvial semua. Itu di luar gambut dan saya kira enggak akan mengganggu lingkungan yang ada," jelas Jokowi.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif