Food Estate jaga produksi pangan di musim kemarau. Foto: dok MI/Palce Amalo.
Food Estate jaga produksi pangan di musim kemarau. Foto: dok MI/Palce Amalo.

Food Estate Jaga Produksi Pangan di Musim Kemarau

Ekonomi Kementerian Pertanian Food Estate
Ilham wibowo • 11 Juli 2020 14:11
Jakarta: Implementasi pengembangan food estate di Kalimantan Tengah diproyeksikan menambah stok pangan nasional. Sawah di lahan rawa tersebut punya potensi menghasilkan panen di musim kemarau.
 
"Di saat sawah non-rawa paceklik, sawah di lahan rawa siap ditanami sehingga mensubstitusi produksi pangan di musim kemarau," kata Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 11 Juli 2020.
 
Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Husnain menambahkan bahwa tahap pertama program food estate ini akan dilakukan di 30 ribu hektare (ha) pada 2020 dan diperluas bertahap hingga 148 ribu ha. Guna potensi lahan bisa dimanfaatkan maksimal, pengolahan lahan perlu fokus di pengelolaan tata air dan pengendalian pirit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagian tanah mengandung pirit di kedalaman bervariasi 40-80 cm yang bila terekspos udara bersifat racun karena sangat masam," kata Husnain.
 
Adapun Balitbangtan mendapat tugas mengawal center of excellent food estate yang akan dilakukan di dua lokasi yaitu Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau dan Desa Tamban Catur Kabupaten Kapuas masing-masing seluas 1.000 ha. Pada lokasi lokasi itu juga akan dikembangkan model ideal food estate yang sesuai kondisi petani dan peluang industri dengan konsep korporasi berupa klaster 1.000 ha.
 
Balitbangtan akan memberikan sebuah model integrasi tanaman padi sawah, hortikultura, perkebunan dan ternak. Kemudian membangun industri seperti rice milling unit (RMU) dengan target menghasilkan beras premium dan berbagai produk sampingan lainnya.
 
"Lokasi food estate tahap pertama fokus pada area yang memiliki irigasi yang baik dan secara bertahap dilakukan rehabilitasi irigasi untuk digarap tahun berikutnya," ujarnya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meninjau langsung lokasi pengembangan food estate dan saluran primer induk UPT A5 di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Proyek ini jadi prioritas untuk diimplementasikan pada musim tanam Oktober 2020-Maret 2021.
 
Dalam peninjauan ini, Jokowi mendapat penjelasan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait lahan yang akan dikerjakan sebagai proyek pangan nasional itu. Peninjauan sebagai langkah awal dalam proses pengembangan lahan rawa ini dilakukan pemerintah dalam mempercepat upaya untuk mengantisipasi Indonesia dari ancaman krisis pangan, seperti yang telah diperingatkan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
 
"Presiden Jokowi menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi lumbung pangan. Dengan potensi lahan rawa yang kini dapat menjadi lahan pertanian produktif, kita yakin membangun lumbung pangan di Kalimantan Tengah ini," kata Syahrul Yasin Limpo, Kamis, 9 Juli 2020.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif