Silaknas dan Milad ICMI 2022. Foto: istimewa
Silaknas dan Milad ICMI 2022. Foto: istimewa

ICMI Akan Jadi Pelopor Transformasi Bangsa dengan Nilai Universal Islam

Medcom • 04 Desember 2022 17:48
Jakarta: Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) akan terus berperan sebagai pelopor aksi transformasi bangsa yaitu menjadi sumber inspirasi, solusi bangsa, dan mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara yang mampu menerjemahkan nilai-nilai universal Islam.
 
"ICMI akan bekerja atas nafas Keislaman, Keindonesiaan, dan Kecendekiawanan. Dimensi KeIslaman menuntut ICMI untuk mampu menerjemahkan nilai-nilai universal dalam konteks ruang Indonesia khususnya dan dalam konteks zaman sekarang," kata Ketua Umum ICMI Arief Satria dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 4 Desember 2022.
 
Dimensi ke Indonesiaan, jelas Arief, menuntut kita untuk menyadari bahwa kita ditakdirkan Allah SWT lahir dan hidup di tanah air Indonesia yang beragam suku, tradisi, dan agama. Oleh karena itu ICMI bertekad untuk berperan dalam membina satu negara kesatuan yang berbentuk Republik berdasarkan Pancasila.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ICMI menyelenggarakan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) sekaligus memperingati Milad ICMI yang ke-32 pada Sabtu dan Minggu, 3-4 Desember 2022 di Gedung Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). Silaknas dan Milad ICMI 2022 ini dihadiri oleh 523 pengurus ICMI dari pusat, daerah, serta dari berbagai badan otonom ICMI.
 
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Efendy. Dalam kesempatan itu, Menko PMK mengajak ICMI untuk terus mempertahankan dua sikap. Pertama, selalu ingat kepada Allah SWT dan kedua, menghasilkan ide, solusi, dan inovasi.
 
"ICMI harus bertahan sebagai organisasi kecendekiaan yang berkeindonesiaan, dan berkeislaman, serta terus menjadi sumber inspirasi. Maka dari itu, ICMI jangan sampai hanya memulai dan mengakhiri, namun tidak melanjutkan," jelasnya.
 
Dengan demikian, lanjut Arief, ICMI akan terus merajut kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melaksanakan amanat dari pemerintah tersebut. "Kita ingin memposisikan ICMI secara sentral dalam arus besar disrupsi. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kolaborasi antara ICMI dengan pemerintah, ormas, dunia usaha, dan perguruan tinggi," tuturnya.
 

Baca juga: Mendag Harap ICMI Bisa Bantu Pemerintah Atasi Krisis Ekonomi Global


 
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Emil Salim memberikan pesan untuk ICMI agar terus menyalakan ajaran-ajaran Al-Quran dalam membesarkan bangsa. Ia meminta ICMI jangan hanya bergerak secara politik dan sosial saja, namun harus memberikan roh kepada ilmu pengetahuan. 
 
"Melalui ICMI, Islam adalah sumber ilmu pengetahuan. Jadi, Al-Quran tidak hanya menjadi bacaan statis tetapi juga dinamis untuk pembangunan bangsa dan negara," jelasnya.
 
Arief pun mengamini Emil. Menurutnya hal tersebut sudah merupakan misi ICMI yang hadir untuk penguatan kualitas SDM dengan 5 K: Kualitas iman, kualitas pikir, kualitas kerja, kualitas karya, dan kualitas hidup. Ciri 5K ini dapat menjadi modal penting bagi proses transformasi bangsa di tengah disrupsi ini. 
 
"Geraknya dunia saat ini dipengaruhi oleh empat disrupsi besar yang telah terjadi dan mengubah tatanan dunia. Transformasi sosial adalah keniscayaan, karena dunia terus bergerak dan ICMI harus mampu merespon perubahan dan bahkan menjadi penentu kecenderungan perubahan," ungkapnya.

 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif