Petugas menurunkan plakat burung garuda dari KRI Teluk Ende yang sandar di Pelabuhan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur. Foto: MI/Palce Amalo.
Petugas menurunkan plakat burung garuda dari KRI Teluk Ende yang sandar di Pelabuhan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur. Foto: MI/Palce Amalo.

Survei: 71,5% Ulama Menerima Pemikiran Negara dan Bangsa

Nasional kebangsaan nkri
Kautsar Widya Prabowo • 09 Januari 2019 13:41
Jakarta: Pusat Pengkajian Islam, Demokrasi dan Perdamaian (PusPIDeP) bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta merilis hasil survei persepsi ulama tentang negara bangsa. Hasilnya, mayoritas ulama menerima konsep negara dan bangsa.

Direktur Eksekutif PusPIDeP Suhadi Cholil menjelaskan untuk mengetahui pandangan ulama, survei menyoroti empat dimensi. Hal ini meiputi negara bangsa, prosistem, antikekerasan, toleransi dan kewarganegaraan.  

"Sebanyak 71,56 persen cukup tinggi penerimanya dari konservatif, moderat, inklusif, sampai porgersif, dan 16,44 persen ulama yang menolak dari eksklusif, radikal, sampai ekstrem," kata Suhadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menurut dia, penelitian ini dilakukan di 15 kota di Indonesia yang dapat mewakili kota-kota besar. Kota-kota dibagi menjadi tiga berdasarkan karakteristiknya masing-masing. Kota metropolitan diwakili Jakarta, Medan, Bandung, Makassar, dan Surakarta.  Baca: Buya Maarif Ajak Umat Islam Merawat Kewarasan

Kota yang dominasi populasi ulama diwakili Banda Aceh, Padang, Palangkaraya, Surabaya, dan Banjarmasin. Kota dengan isu minoritas khas diwakili Pontianak, Denpasar, Manado, Kupang dan Ambon. Survei menengok persentase penerimaan dan penolakan terhadap konsep negara dan bangsa.

"Sikap penerimaan, Pontianak dan Manado sebanyak 86,70 persen, Surbaya 80,60 persen, Ambon 80 persen, dan kota yang mengalami sikap penolakan didominasi Surakarta dan Banjarmasin 30 persen, Padang 26,7 persen, Aceh dan Bandung 23,30 persen," imbuh dia. 

Penelitian ini diawali metode kuantitatif saat survei dan kualitatif melalui wawancara mendalam. Penelitian dilakukan dari Agustus hingga Desember 2018. 

Sampel diambil dengan metode proportionate stratified random sampling. Responden yang terlibat sebanyak 30 orang di masing-masing 15 kota sehingga jumlah total ada 450 responden. 




(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi