Ilustrasi Pemilu. Foto: Medcom.id
Ilustrasi Pemilu. Foto: Medcom.id

Pemungutan Suara Pemilu Diusulkan Tak Serentak

Nasional revisi uu pemilu Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 04 Februari 2020 11:19
Jakarta: Beberapa poin pokok dibahas dalam Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu) di DPR. Khususnya skema pemungutan suara serentak.
 
"Ada yang mengajukan konsep tidak lagi pemilu serentak dengan lima kertas suara," kata Ketua Fraksi PPP Arsul Sani di lobi Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Menurut dia, skema pemungutan akan didesain ulang. Selain tak lagi serentak, diusulkan juga pemisahan pemilu antara nasional dan daerah. Wacananya, pemilihan kepala daerah akan dibarengi pemilihan anggota legislatif daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pilpres bersamaan dengan (pemilihan) DPR RI, DPD, sedangkan DPRD provinsi dengan kabupaten/kota bersamaan dengan pemilihan Pilkada," ungkap dia.
 
Pemungutan Suara Pemilu Diusulkan Tak Serentak
Ketua Fraksi PPP Arsul Sani. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
 
Terakhir, ada juga usulan memisah pemilihan legislatif dan eksekutif. Pemilihan presiden digelar hanya bersama pemilihan kepala daerah.
 
"Pemikiran ini nanti saya kira akan kita diskusikan juga dalam pembahasan," ujar dia.
 
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini sebelumnya mengkritisi aspek keadilan dalam pemilu. Menurut dia, asas keadilan dinilai belum tercapai pada Pemilu Serentak 2019.
 
"Keadilan bukan soal level kompetisi yang setara, tapi juga bobot kemampuan (dan) beban. Beban peserta kontestasi, penyelenggara, dan rasionalitas pemilih untuk mengenali kontenstan," kata Direktur EksekutifPerkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Titi menilai pemilu yang lalu memberikan ketidakadilan kepada peserta pemilu. Hal itu membuat suara tidak sah untuk pemilihan anggota DPD mencapai 29 juta surat suara.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif