Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Asas Keadilan Dinilai Belum Tercapai di Pemilu 2019

Nasional pemilu serentak 2019
Cindy • 02 Februari 2020 18:57
Jakarta: Konstitusi memerintahkan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Namun, asas keadilan dinilai belum tercapai pada Pemilu Serentak 2019.
 
"Keadilan bukan soal level kompetisi yang setara, tapi juga bobot kemampuan (dan) beban. Beban peserta kontestasi, penyelenggara, dan rasionalitas pemilih untuk mengenali kontenstan," kata Direktur EksekutifPerkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Titi menilai pemilu yang lalu memberikan ketidakadilan kepada peserta pemilu. Hal itu membuat suara tidak sah untuk pemilihan anggota DPD mencapai 29 juta surat suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, banyaknya surat suara tidak sah disebabkan pemilih kurang mengenali para calon senator. Pemilih selama ini hanya dijejali persaingan antara calon presiden dan calon wakil presiden.
 
"Peserta pemilu juga gitu, tarik menarik antara kepentingan isu nasional dan lokal. Sementara perhatian tertarik semua pada pilpres," ujar Titi.
 
Titi meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah sistemdan manajemen pemilu agar memberikan keadilan kepada seluruh pihak. Perludem juga tengah mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terkait desain keserentakan pemilu yang dinilai mampu memperkuat sistem presidensial.
 
"Ada pemilu serentak nasional dengan memilih presiden, DPR dan DPD berbarengan. Lalu jarak dua tahun berikutnya, pemilu serentak daerah dengan memilih DPRD dan kepala daerah. Jadi ini yang kami uji ke MK," ujar Titi.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif