Ilustrasi Istana Negara. MI/Siska Nindya
Ilustrasi Istana Negara. MI/Siska Nindya

Tokoh Agama dan Adat Dinilai Lebih Layak Menerima Tanda Jasa

Nasional hut ri presiden jokowi
Anggi Tondi Martaon • 11 Agustus 2020 13:16
Jakarta: Keputusan pemerintah memberikan tanda jasa kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah menuai kritik. Banyak pihak dinilai lebih layak menerima penghargaan dari negara.
 
"Banyak tokoh adat, tokoh agama, yang begitu layak mendapatkan penghargaan," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, kepada Medcom.id, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Tokoh-tokoh Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, maupun kelompok lain juga dinilai layak menerima tanda jasa. Mereka berkontribusi besar terhadap bangsa dan negara, terutama menjaga persatuan dan kesatuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau untuk Fadli Zon dan Fahri Hamzah ini apa? Kan itu pertanyaanya," tutur dia.
 
Para tokoh agama dan adat juga dinilai ikhlas bekerja. Mereka mengabdikan diri kepada bangsa dan negara tetapi jauh dari ingar bingar.
 
"Mereka bekerja di jalan yang sunyi, menata tentang toleransi, pentingnya menjaga kebersamaan," ujar dia.
 
(Baca: Kritik Fahri dan Fadli Dinilai Tak Berdampak pada Negara)
 
Dia meminta pemerintah membuat patokan jelas terkait kontribusi seseorang terhadap bangsa dan negara. Sehingga, pemberian tanda jasa tidak menuai polemik.
 
"Persyaratan mendapat penghargaan itu eggak main-main, berkontribusi secara luas, diakui gitu di bidang sosial, teknologi dan kesejahteraan. Itu harus diakui secara luas oleh publik," ujar dia.
 
Fahri dan Fadli mendapatkan tanda jasa dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keduanya bakal diganjar bintang Mahaputra Nararya.
 
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan pemberian penghargaan ini bukan asal-asalan. Ada tim khusus yang menilai seseorang pantas atau tidak menerima penghargaan tersebut.
 
"Yang pasti ada seleksi. Kan adan tim pemberian tanda jasa. Sekretarisnya Pak Sekretaris Militer Presiden. Tentunya dengan berbagai persyaratan," kata Heru di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2020.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif