Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi (tengah) dalam Rakernas PKS. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam,
Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi (tengah) dalam Rakernas PKS. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam,

Rakernas PKS Menyepakati Lima Hal

Candra Yuri Nuralam • 18 Maret 2021 14:19
Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada 16-18 Maret 2021. PKS menyepakati lima hal dalam pertemuan itu.
 
"Pertama, mengokohkan visi partai islam rahmatan lil-alamin yang kokoh dan terdepan dalam melayani rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021.
 
Aboe Bakar mengatakan visi keislaman sudah mendarah daging dalam PKS. Sikap keislaman dalam berpolitik bersama dengan elemen kebangsaan lain harus tetap dijaga untuk menampilkan wajah agama yang moderat di Indonesia.

"Untuk menciptakan hubungan timbal balik yang positif sehingga dapat menciptakan keharmonisan antarsesama anak bangsa, melahirkan generasi cerdas, yang beriman dan berakhlak mulia, serta berkontribusi dalam mewujudukan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat," ujar dia.
 
Kedua, PKS akan memperkuat sikap oposisi untuk mengedepankan pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan terhadap masyarakat. Sikap oposisi ini bakal terus diterapkan dalam seluruh program kerja partai.
 
"Khususnya pada misi pelayanan sosial kemanusiaan yang mendesak dalam penanganan dampak pandemi covid-19. Serta berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia agar bangsa Indonesia mampu melewati krisis pandemi dan beratnya tekanan ekonomi," tutur dia.
 
(Baca: PKS Tegaskan Jabatan Presiden 3 Periode Bakal Memundurkan Demokrasi)
 
Ketiga, PKS terus berkomitmen mengawal transisi kepemimpinan wakil rakyat di DPR, MPR, dan DPRD. Pengawalan untuk memastikan wakil rakyat tetap bekerja sesuai maruah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
 
"Transisi kepemimpinan dan peraturan perundang-undangan yang mampu mencegah kembalinya korupsi, kolusi, dan nepotisme," ucap Aboe Bakar.
 
Keempat, PKS bakal menggagas sekolah etik di Indonesia. Pembuatan sekolah ini bakal bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
 
"Diharapkan dari sekolah etik ini, muncul pemimpin-pemimpin partai yang mempunyai visi kepemimpinan, pehamanan keagamaan yang moderat, patriotik, serta jiwa kebangsaan, dan nasionalisme yang kuat," tegas Aboe Bakar.
 
Kelima, PKS mengajak seluruh warga negara Indonesia bekerja sama mewujudkan cita-cita bangsa. PKS ingin tujuan nasional Indonesia dikerjakan secara gotong royong oleh seluruh elemen masyarakat.
 
"PKS membuka ruang terbuka bagi anak-anak muda berkolaborasi dalam program wujukan ide bersama PKS muda, content creator academy, dan young creative center," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>