Pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menolak usulan kongres luar biasa (KLB). Foto:Marcheilla Ariesta/Medcom.id
Pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menolak usulan kongres luar biasa (KLB). Foto:Marcheilla Ariesta/Medcom.id

DPD Demokrat DKI Tolak Kongres Luar Biasa

Nasional partai demokrat
Marcheilla Ariesta • 15 Juni 2019 14:59
Jakarta: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta menolak usulan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk regenerasi kepemimpinan. Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso, mengatakan usulan tersebut tidak berdasar.
 
"Kami berpandangan tidak ada sesuatu kegentingan yang memaksa Partai Demokrat harus melakukan KLB," kata Santoso di kantor DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Jakarta Timur, Sabtu, 15 Juni 2019.
 
Menurut Santoso, saat ini Demokrat di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih berada di jalur yang tepat. "Karenanya, kami DPD Partai Demokrat DKI Jakarta beserta seluruh DPC Partai Demokrat se-DKI Jakarta menolak untuk ikut dalam segala upaya yang mengarah kepada KLB dengan alasan apa pun," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Santoso mengeklaim penolakan ini mewakili enam dewan perwakilan cabang Demokrat di DKI Jakarta. Mereka tetap mendukung SBY hingga habis masa jabatannya.
 
Isu KLB Demokrat ramai dibicarakan menyusul konferensi pers para tokoh senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD). Usulan ini disebabkan menurunnya suara Demokrat dalam pemilihan legislatif 2019.
 
Menurut Santoso, turunnya suara partai bukan kesalahan DPP Demokrat. Anjloknya suara partai memang sudah diprediksi.
 
(Baca:Tokoh Senior Demokrat Minta SBY Diganti)
 
Sebelumnya, pendiri dan tokoh senior Partai Demokrat yang tergabung dalam Presidium Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD) meminta regenerasi kepemimpinan. Salah satu inisiator, Max Sopacua, menginginkan kongres luar biasa (KLB).
 
"KLB kita tidak susah-susah, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tinggal minta AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) untuk memimpin partai ini," kata Max di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Para tokoh senior partai sekapat dengan kepiawaian AHY. Max menyatakan tak ada penolakan atas kepemimpinan anak sulung SBY ini. Namun, tetap semua hal terkait peralihan kepemimpinan harus disepakati kongres, sesuai peraturan partai.
 
Dorongan ini disebut Max bukan sekadar wacana. Pihaknya akan menyiapkan silaturahmi nasional untuk mengundang kader dan keluarga besar Demokrat untuk menyukseskan hal tersebut.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif