Ngabalin Salut Jokowi Tak Punya Dendam Politik
Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Medcom.id/Surya Perkasa
Jakarta: Dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi. Hal itulah yang tergambar saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat mantan lawan politiknya di Pilpres 2014 Ali Muchtar Ngabalin. Ngabalin diangkat menjadi tenaga ahli utama di Kantor Staf Kepresidenan (KSP).  

Diwawancara di program Prime Talk Metro TV, politisi Partai Golkar ini tak malu-malu memuji Jokowi. Ia memuji sikap kenegarawanan Jokowi yang tak punya dendam politik kepadanya.

"Pemimpin itu memiliki wawasan yang tidak boleh dendam kepada lawan politik. Saya ini kan lawan politiknya," kata Ali, Kamis 24 Mei 2018.


Ali berasalan sikap dirinya yang vokal saat masih duduk di parlemen jadi alasan Jokowi merekrutnya. Jokowi membutuhkan sosok yang vokal dalam menyuarakan kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Watak kepemimpinan seperti Pak Jokowi ini harus ada legacy," ujar Ali.

Saat ditawari ajakan bergabung ke istana, dirinya pun tak ragu. "Untuk kepentingan bangsa dan negara kemudian satu nyawa itu harus kita pertaruhkan maka saya akan lakukan itu," pungkasnya.

Baca: Ngabalin untuk Perkuat Fungsi Komunikasi Politik KSP

Ngabalin diangkat menjadi tenaga ahli utama di Kantor Staf Presiden (KSP) pada Rabu, 23 Mei 2018. Ngabalin berada di bawah Deputi IV KSP yang membidangi komunikasi politik dan diseminasi informasi.

Anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009 itu ditugaskan mengomunikasikan capaian-capaian yang telah diraih pemerintah kepada masyarakat.

Video: Ini Alasan Ali Mochtar Bersedia Jadi Stafsus Jokowi




(UWA)