Menko Polhukam Mahfud MD memberi penghargaan kepada Rektor IPDN Hadi Prabowo, Jumat, 17 September 2021. Foto: Istimewa
Menko Polhukam Mahfud MD memberi penghargaan kepada Rektor IPDN Hadi Prabowo, Jumat, 17 September 2021. Foto: Istimewa

Mahfud MD: Penyelesaian Sengketa Perbatasan Indonesia-Malaysia Membanggakan

Nasional mahfud md malaysia indonesia-malaysia Kemendagri sengketa batas wilayah Berita Kemendagri
Candra Yuri Nuralam • 17 September 2021 15:06
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi penyelesaiaan sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia. Sengketa ini terkait perbatasan darat di area Sungai Simantipal dan segmen C500-C600 di Kalimantan.
 
“Pencapaian tersebut adalah hal yang tentu membanggakan bagi kita dan merupakan catatan prestasi yang luar biasa bagi negara dan pemerintah, mengingat setelah kurang lebih 50 tahun tidak menemui titik temu,” ujar Mahfud saat peringatan 'Sebelas Tahun Pengelolaan Perbatasan,' Jumat, 17 September 2021.
 
Menurut dia, penyelesaian sengketa pada 2019 itu melibatkan banyak kementerian/lembaga. Mahfud pun memberi penghargaan, salah satunya kepada Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Hadi Prabowo, yang terlibat dalam proses ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Malaysia Kembali Berencana Naikkan Pagu Utang Pemerintah Jadi 65% dari PDB
 
Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) itu dianggap berkontribusi dalam penyelesaian batas negara Indonesia-Malaysia. Hadi dianggap telah melaksanakan tugas dengan gemilang.
 
Saat menjadi aktif di Kemendagri, kata Mahfud, Hadi ikut bertanggung jawab menandatangani kesepakatan penyelesaian sengketa dengan Malaysia. Mahfud menilai hal tersebut menjadi tonggak sejarah hubungan bilateral kedua negara.
 
Kesepakatan ini mengakhiri perbedaan pendapat terkait batas darat atau outstanding boundary problems (OBP) di segmen di sekitar Sungai Simantipal dan segmen C500-C600. Kedua titik ini terletak di perbatasan antara Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. 
 
Segmen di sekitar Sungai Simantipal dan segmen C500-C600 telah menjadi OBP masing-masing sejak 1978 dan 1989. Penyelesaian sengketa ini membuka jalan bagi Indonesia dan Malaysia mempercepat penyelesaian OBP di tiga segmen lain, yakni Pulau Sebatik, Sungai Sinapad-Sesai, dan B2700-B3100. 
 
Mahfud berharap hal tersebut memberi kepastian hukum bagi pemerintah Indonesia untuk membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Lambang. Pos itu terletak tak jauh dari Kawasan Sungai Simantipal.
 
“Saya selaku menko polhukam atas nama negara dan pemerintah, sekali lagi menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang luar biasa kepada saudara-saudara sekalian. Semoga apa yang dilakukan oleh saudara menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh urusan perbatasan dalam melaksanakan tugas,” kata Mahfud.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif