Presiden Joko Widodo. Medcom.id
Presiden Joko Widodo. Medcom.id

Muncul Relawan Jokpro, Jokowi Tegaskan Tolak Jabatan 3 Periode

Nasional Kenaikan PPh pemilu Pilpres presiden joko widodo Amendemen UUD 45
Theofilus Ifan Sucipto • 19 Juni 2021 14:22
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas menolak wacana jabatan tiga periode. Hal itu merespons munculnya relawan Jokowi-Prabowo Subianto (Jokpro) maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
 
“Penegasan Presiden Jokowi menolak wacana presiden tiga periode,” kata staf khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman saat dihubungi, Sabtu, 19 Juni 2021.
 
Fadjroel menyebut Kepala Negara tegak lurus dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan setia terhadap Reformasi 1998. Utamanya Pasal 7 UUD 1945 amandemen ke-1.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan,” bunyi beleid itu.
 
Jokowi juga telah menyampaikan sikapnya secara terbuka. Jokowi menyebut ada tiga motif di balik isu Presiden tiga periode.
 
(Baca: Survei: Mayoritas Masyarakat Tak Ingin Jabatan Presiden 3 Periode)
 
“Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan,” kata Kepala Negara pada 2 Desember 2019.
 
Jokowi kembali menegaskan sikapnya pada 15 Maret 2021. Dia gamblang menyebut tidak berniat menjadi presiden tiga periode. Pasalnya, konstitusi mengamanahkan hanya dua periode.
 
“Janganlah membuat gaduh baru, kita sekarang fokus pada penanganan pandemi,” papar Jokowi.
 
Sebelumnya, muncul relawan yang hendak membentuk Sekretariat Nasional Jokpro 2024. Salah satu tokohnya, yakni Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari sebagai penasihat dalam kepengurusan Jokpro 2024.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif