Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita Foto: Antara/Puspa.
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita Foto: Antara/Puspa.

PKH Ampuh Menurunkan Kemiskinan

Nasional pkh dana pkh
Damar Iradat • 15 Januari 2019 21:15
Jakarta: Menteri Sosial Agus Gumiwang mengamini rilis Badan Pusat Statistik (BPS) soal menurunnya angka kemiskinan menjadi 9,66 persen pada September 2018. Sebelumnya, angka kemiskinan pada Maret 2018 berada di angka 9,82 persen.
 
"Bukan hanya kemiskinan yang menurun, tapi rasio gini juga membaik," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Menurut Agus, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) sudah terbukti angka kemiskinan menurun dan rasio gini membaik. Hal ini dikarenakan konsep atau program-program yang dibuat pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam program-program sosial itu, di dalamnya tercantum mengenai kemiskinan, ada pendidikan, kesehatan, khususnya bagi masyraakat yang secara relatif berpenghasilan lebih rendah, yang rentan terhadap kemiskinan. Program-program itu, menurut dia, memang terbukti berjalan dengan baik.
 
"Dan programnya tepat. Jadi, bukan hanya political will yang sangat tinggi dari pemerintahan Pak Jokowi untuk menangani kesejahteraan rakyat," ujarnya.
 
Politikus Partai Golkar itu mengatakan, political will yang tinggi juga berbarengan dengan kemampuan merumuskan kebijakan yang tepat. Ia menilai, implementasi di lapangan juga bagus, sehingga hasilnya bisa seperti itu.
 
Baca: Pemerintah Ingin Pastikan Kesejahteraan Penerima PKH Meningkat
 
Ia percaya, berdasarkan pengalaman membaca data, di penghujung 2019 nanti angka kemiskinan bisa mencapai 9 persen. Apalagi dengan dana Program Keluarga Harapan (PKH) diperbesar.
 
"PKH itu menurut pandangan saya, memberikan kontribusi yang substansial dalam program kesejahteraan rakyat, terutama pengurangan kemiskinan tadi," tegasnya.
 
Selain PKH, menurut dia, ada sejumlah program yang membantu menurunkan angka kemiskinan. Seperti bantuan sosial yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan juga kesejahteraan.
 
"Bantuan itu bisa untuk membeli buku sekolah, sepatu anak sekolah, atau makanan penambah gizi bagi anak-anak. Itu bantuan sosial pemerintah yang diarahkan pada sektor itu," ujarnya.
 
Belum lagi, bantuan sosial seperti beras sejahtera (rastra) yang diarahkan untuk bantuan pangan. Saat ini, rastra secara gradual ditransformasikan pada Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif