Presiden Joko Widodo di acara peluncuran bantuan sosial Program Keluarga Harapan di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis, 10 Januari 2019. Medcom.id/Dheri Agriesta
Presiden Joko Widodo di acara peluncuran bantuan sosial Program Keluarga Harapan di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis, 10 Januari 2019. Medcom.id/Dheri Agriesta

Pemerintah Ingin Pastikan Kesejahteraan Penerima PKH Meningkat

Nasional dana pkh
Dheri Agriesta • 10 Januari 2019 18:59
Jakarta: Presiden Joko Widodo meluncurkan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Pemerintah ingin memastikan kesejahteran keluarga penerima program bantuan meningkat.
 
"Jangan kaget kalau nanti dapat ini yang baru dibuka (buku tabungannya). Biasanya dapat Rp1.850 juta, tadi di situ saya intip ada yang dapat Rp3,6 juta," kata Jokowi di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis, 10 Januari 2019.
 
Presiden mengatakan tambahan bantuan bervariasi tergantung status anggota keluarga penerima. Rata-rata keluarga menerima peningkatan bantuan sebesar satu setengah hingga dua kali lipat.

Jokowi mengingatkan masyarakat tak sembarangan menggunakan uang bantuan itu. Bantuan sosial harus digunakan membeli barang-barang yang bermanfaat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Negara juga meminta pendamping PKH mengawasi penggunaan dana bantuan itu. Dana bantuan itu boleh digunakan membeli bahan makanan kaya protein dan gizi juga biaya sekolah anak.
 
Tapi, Presiden mewanti-wanti penerima bantuan menggunakan uang untuk membeli rokok. Meskipun yang meminta uang untuk beli rokok adalah suami penerima bantuan.
 
"Tapi jangan dibentak bentak, suaminya minta beli rokok enggak boleh. Bilang, Pak uang PKH ini untuk anak kita untuk tambah gizi, pendidikan, kalau beli rokok silakan cari sendiri, tapi kalau bisa Pak enggak usah merokok," kata Presiden.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif