Sebanyak 296 pelajar ditangkap di Jakarta Utara (Jakut) karena hendak ikut mendemo Istana Merdeka, Kamis, 8 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
Sebanyak 296 pelajar ditangkap di Jakarta Utara (Jakut) karena hendak ikut mendemo Istana Merdeka, Kamis, 8 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman

Pelajar Ikut Demo, BPIP Ingatkan Pendidikan Harus Memerdekakan

Nasional Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Yogi Bayu Aji • 19 Oktober 2020 01:27
Jakarta: Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menyayangkan aksi anarkistis pelajar saat demo Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Dia pun menyinggung soal sistem pendidikan yang memerdekakan siswa.
 
Demo yang mengakibatkan banyak fasilitas publik rusak ini membuat para pelajar dibekuk polisi. Benny menyebut keterlibatan para pelajar dalam aksi unjuk rasa hingga terjadinya perusakan fasilitas publik hasil dari sistem pendidikan yang bermasalah.
 
"Jika pendidikan mereka terasupi dengan baik, tak akan ada perbuatan yang melanggar adab dan etika meski mereka turut langsung dalam sebuah demo," jelas Benny dalam keterangan tertulis, Minggu, 18 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, kondisi ini bentuk kegagalan pendidikan kritis untuk membangun karakter pendidikan sehingga anak-anak akhirnya menjadi objek dari eksploitasi. Anak-anak ini, kata dia, sebetulnya kurang memahami masalah dan realita tapi lebih digerakkan emosi dan solidaritas.
 
Pria yang akrab disapa Romo Benny menjelaskan tindakan anarkistis menjadi pelanggaran terhadap hak publik yang mengakibatkan rasa aman dan damai terancam. Hak ini justru berkebalikan dengan perbuatan sejumlah pelajar pada aksi demo.
 
Pelajar yang terdidik dengan baik, kata Benny, tak akan mungkin berbuat anarkistis. Jika hal itu ternyata terjadi, yang sesungguhnya terjadi ada pada pendidikan yang mereka dapatkan.
 
Dia menerangkan anak-anak pelajar sangat mudah terprovokasi hingga melakukan vandalisme ketika sebuah peristiwa besar, seperti demonstrasi, memancing emosi mereka. Meski begitu, Benny mengingatkan kepolisian agar tidak menggunakan kekerasan dalam menindak pelajar.
 
Peristiwa vandalisme dari aksi unjuk rasa kemarin hingga penangkapan sejumlah pelajar STM dan SMK dianggap menjadi pekerjaan besar bagi Menteri Pendidikan Nadiem Makari. Nadiem harus berani mengoreksi sistem pendidikan.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif