Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dok. Istimewa
Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dok. Istimewa

Wapres: Pesantren Bisa Berperan Menekan Angka Kemiskinan

Emir Chairullah • 20 Oktober 2021 11:21
Jakarta: Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta pesantren menjadi sarana bagi pemberdayaan ekonomi umat. Dengan begitu, pesantren bisa berperan dalam menghilangkan angka kemiskinan di Indonesia.
 
“Pemberdayaan ini harus menjadi bagian daripada tugas kita, karena kita memang diperintahkan untuk membangun (umat) ini dan ini bagian dari agama,” kata Ma’ruf saat menghadiri secara daring Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Selasa malam, 19 Oktober 2021.
 
Ma’ruf mengatakan peluang memberdayakan umat makin terbuka bagi kalangan umat Islam seiring pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dijalankan pemerintah. Dunia pesantren secara khusus memiliki kesempatan yang lebih luas untuk terlibat dalam pemberdayaan ekonomi di sektor keuangan maupun riil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya bergembira bahwa di kalangan masyarakat sudah mulai dikembangkan, di kalangan pesantren sudah muncul gerakan OPOP (One Pesantren One Product),” ungkapnya.
 
Mantan Rais Aam PBNU itu menyampaikan berbagai kegiatan sektor keuangan sudah dikembangkan di pesantren, seperti bank wakaf yang diinisiasi pemerintah dan BMT-BMT. Ada pula sektor riil dengan berbagai produk-produk.
 
“Saya lihat di beberapa daerah bahkan sudah banyak yang mulai diekspor,” ujarnya.
 
Baca: Menag Minta Pesantren Berinovasi Hadapi Perkembangan Teknologi
 
Wapres juga menyinggung pentingnya SDM unggul sebagai salah satu kunci kemajuan. Umat harus terus didorong mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
 
“Membangun ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan masyarakat bagian daripada kewajiban. Oleh karena itu, perlu ada upaya-upaya kita melakukan pengembangan inovasi dan teknologi,” ujar Ma'ruf.
 
Pemerintah, lanjut Ma'ruf, mengupayakan terwujudnya SDM unggul, antara lain dengan membangun balai-balai latihan kerja (BLK) di berbagai daerah sebagai tempat masyarakat belajar dan mengasah keterampilan tertentu. BLK juga sudah mulai dibentuk di lingkungan pesantren agar santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki keahlian tertentu.
 
“Saya senang sekarang di beberapa pesantren sudah dikembangkan BLK-BLK, yaitu balai latihan kerja, dengan berbagai profesi,” ujarnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif