Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

YLKI Desak Pemerintah Segera Menaikkan Cukai Rokok

Nasional Virus Korona perokok dan covid-19
Cindy • 19 Mei 2020 18:34
Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendorong pemerintah segera menaikkan cukai rokok saat pandemi virus korona (covid-19). Selain dapat mengurangi jumlah perokok, langkah itu dinilai bisa meningkatkan perekonomian negara.
 
"Karena sekarang kan sedang empot-empotan juga perekonomian kita. Momen seperti ini merupakan momen yang paling fair untuk menggarap cukai yang lebih tinggi pada produk rokok," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam diskusi publik 'Dampak Bahaya Rokok Tembakau Berlipat dalam Situasi Pandemi Covid-19', Selasa, 19 Mei 2020.
 
Tulus menuturkan pandemi covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Seharusnya pemerintah dapat mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satunya dengan mengurangi risiko keterpaparan dari asap rokok. Baik mengurangi perokok aktif maupun perokok pasif," ucap dia.
 
Menurut dia, risiko kematian bagi para perokok aktif dan perokok pasif meningkat saat wabah virus korona. Perokok rentan mengalami penyakit kronik. Pasien positif covid-19 dengan penyakit kronik memiliki tingkat fatalitas kematian yang tinggi.
 
Tak hanya itu, industri rokok dinilai tempat yang efektif menularkan virus korona karena memperkerjakan banyak orang. Dia menyoroti kasus puluhan buruh pabrik rokok di Jawa Timur yang terinfeksi virus korona.
 
"Karena meraka banyak pekerja dan di sekitar pabrik banyak berinteraksi dengan orang maka potensi tertular sangat besar," ungkap Tulus.
 
Tulus menyebut pemerintah maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum membahas keterkaitan rokok dengan virus korona. Mestinya, lanjut dia, pemerintah menyosialisasikan terkait perokok yang berkontribusi besar terhadap keterpaparan covid-19.
 
"Ini yang saya kira menjadi tugas pemerintah kepada masyarakat. Jangan hanya soal kasus covid-19 saja (yang diberitakan)," pungkas Tulus.
 
YLKI Desak Pemerintah Segera Menaikkan Cukai Rokok
 
Baca:Produksi Rokok Anjlok 40% Dihantam Cukai dan Covid-19
 
Berdasarkan laporan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) 2019, Indonesia menjadi negara dengan jumlah perokok terbanyak di ASEAN. Sebanyak 65,19 juta orang atau setara 34 persen dari total penduduk Indonesia merokok.
 
Di Indonesia terdapat 2,5 juta gerai penjual rokok. Angka ini belum termasuk kios penjual rokok di pinggir jalan. Sekitar 79,8 persen perokok membeli rokoknya di kios, warung, atau minimarket.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif