Novanto Beberkan Kronologi Kecelakaan Mobil

Damar Iradat 27 April 2018 11:55 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Novanto Beberkan Kronologi Kecelakaan Mobil
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto Foto Antara Reno Esnir
Jakarta: Setya Novanto membeberkan kronologi sebelum hingga kecelakaan yang terjadi pada November 2017. Novanto saat itu sedang diburu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Saat kecelakaan terjadi, Novanto mengakui bersama ajudannya Reza Pahlevi dan jurnalis Hilman Mattauch. Saat itu, ia mengaku menuju ke Metro TV untuk melakukan wawancara khusus.
 
"Seingat saya berangkat dari DPR menuju ke Metro TV. Kalau enggak salah mau magrib, karena hujan dan kurang baik," kata Novanto saat bersaksi di sidang perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 27 April 2018.
 
Menurut Novanto, saat itu ia buru-buru dan berencana menyerahkan diri ke KPK setelah dari Metro TV. Novanto menjelaskan, dalam perjalanan pihak Metro TV menghubungi Hilman yang saat itu sedang menyetir.
 
"Akhirnya cari jalan yang agak gampang memudahkan bicara live by phone. Dari situ saya bicara menyampaikan bahwa saya mohon maaf, saya akan hadir di KPK jam 8 bersama dengan DPD 1 seluruh Indonesia," kata Novanto.

Baca: Hilman-Novanto Bertemu di DPR Sebelum Kecelakaan

Selepas wawancara, Hilman sibuk menerima telepon sembari mengendarai mobilnya. "Saya sempat suruh dia hati-hati, tapi dia (Hilman) bilang 'sudah, tenang aja, bos," jelasnya.
 
Tak lama kemudian, Hilman mencoba menghindari batu di tengah jalan. Menurutnya kejadian begitu cepat, sampai akhirnya Hilman kehilangan kendali dan menabrak sesuatu.
 
"Tahu-tahu, brak. Saya pingsan. Benturan di kepala, siku saya, keras. Sakit sekali," tuturnya.
 
Seperti diketahui, pada November 2017 Novanto mengalami kecelakaan dan dilarikan ke RS Medika Permata Hijau untuk dirawat oleh Bimanesh.
 
Dokter Bimanesh Sutarjo sebelumnya didakwa melakukan tindakan merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Ia diduga bekerjasama dengan advokat Fredrich Yunadi agar Novanto tak diperiksa KPK.
 
Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360