Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pemerintah Optimistis Angka Stunting Bisa Terus Ditekan

Nasional Moeldoko gizi kurang stunting Penanganan Stunting
Andhika Prasetyo • 12 Mei 2022 16:37
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah terus berupaya menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen pada 2024. Salah satu program yang digalakkan yaitu pengerahan 600 ribu personel Pendamping Keluarga Nusantara.
 
"Mereka bertugas memberikan informasi dan pelayanan kepada keluarga untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi pada anak. Saya yakin target Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penurunan stunting bisa tercapai," ujar Moeldoko dalam Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak di Subang, Jawa Barat, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Baca: Ma'ruf Amin Perintahkan Angka Prevalensi Stunting Tahun Ini Turun 3%

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Moeldoko menerangkan Pendamping Keluarga Nusantara tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus ikut membantu dengan memahami pentingnya pemenuhan gizi yang baik bagi anak-anak.
 
"Jika semua bergerak, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, bahkan permasalahan stunting pun bisa," tutur mantan panglima TNI itu.
 
Data BKKBN pada 2021 menunjukkan sekitar 6,1 juta anak di Tanah Air mengalami stunting.
Angka tersebut sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2018, prevalensi stunting berada di level 30,8 persen.
 
Meskipun telah mengalami penurunan, angka saat ini masih lebih tinggi dari standar minimal yang ditetapkan WHO, yakni 20 persen. Moeldoko memastikan KSP terus mengawal program secara ketat sehingga target bisa dicapai.
 
Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang kini tengah berupaya keras mencapai target zero stunting di 2023. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, angka stunting di Jawa Barat sudah dibawah angka 13 persen.
 
"Di Jawa Barat sudah ada inovasi untuk penanganan stunting seperti program Ojek Makanan Balita (Omaba). Sayangnya, infrastruktur kesehatan kita kurang cukup. Puskesmas masih sangat terbatas jumlahnya. Ke depan, Puskesmas harus naik jumlahnya. Sehingga bisa melakukan pertahanan kesehatan dengan baik dan mencegah terjadinya stunting," kata Ridwan Kamil yang turut hadir dalam acara tersebut.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif