Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus - MI/Susanto.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus - MI/Susanto.

Ide PDIP Soal Amendemen Mencurigakan

Nasional Amendemen UUD 45
Arga sumantri • 14 Agustus 2019 13:31
Jakarta: Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai wacana PDI Perjuangan mengamandemen terbatas UUD 1945 aneh. Terlebih, usulan itu baru mencuat setelah pemilihan umum (pemilu).
 
"Usulan itu lebih terlihat bernuansa politik kepentingan sesaat ketimbang memperkuat sistem kelembagaan demokrasi kita," kata Lucius kepada Medcom.id, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Lucius mempertanyakan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu baru melempar wacana setelah pemilu selesai. Mestinya, bila sudah lewat kajian panjang, PDI Perjuangan menjadikan isu amendemen sebagai salah satu tema sentral dalam kampanye.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Momentum pemilu mestinya bisa digunakan untuk itu, jika parpol benar-benar percaya diri bahwa amandemen UUD sesuatu yang didukung oleh rakyat," ujarnya.
 
Lucius mengatakan, bila wacana amendemen muncul saat kampanye, rakyat bisa langsung menilai. Usulan itu juga bisa jadi indikasi rakyat menjatuhkan pilihannya atau tidak pada PDI Perjuangan.
 
(Baca juga:PDIP Relakan Kursi MPR Asal UUD 1945 Diamendemen)
 
"Meminta pendapat langsung dari rakyat dalam konteks penghidupan kembali GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara) yang diselamatkan dengan niat mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara tentu sebuah keharusan," ujarnya.
 
Keengganan PDI Perjuangan memunculkan wacana ini ketika pemilu patut dicurigai. Bisa jadi, ada agenda tertentu yang sangat pragmatis dan sengaja ditutup-tutupi bersamaan dengan munculnya wacana penghidupan kembali GBHN.
 
"Kesannya tidak berani bertaruh menjadikan wacana amendemen ini pada kampanye pemilu karena takut suara akan melorot," kata dia.
 
PDI Perjuangan getol menyuarakan amendemen terbatas UUD 1945. Draf amendemen tengah dibahas. Salah satu tujuannya menghidupkan kembali GBHN. Usulan ini menjadi salah satu keputusan sidang paripurna VI dalam Kongres V PDIP di Bali pada Sabtu, 10 Agustus 2019.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif