Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom/Zaenal Arifin
Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom/Zaenal Arifin

KPU Terserah Presiden Soal Pengganti Wahyu Setiawan

Nasional OTT KPK
Zaenal Arifin • 14 Januari 2020 00:57
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan surat pengunduran diri Wahyu Setiawan lantaran menjadi tersangka suap ke Istana. KPU terserah Presiden Joko Widodo soal penunjukkan calon komisoioner pengganti Wahyu.
 
"Karena kan pelantikan, pengangkatan itu kan nanti ada di presiden, mereka nanti yang memproses, bukan kita," kata Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin, 13 Januari 2020.
 
Arief mengatakan surat pengunduran diri Wahyu sudah disampaikan ke pihak Istana. Surat tersebut hanya berisi laporan dan tak memuat usulan nama calon pengganti Wahyu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hanya melaporkan saja, ada situasi seperti ini, ada pengunduran diri (Wahyu Setiawan) dan ada penetapan sebagai tersangka," ujarnya.
 
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengundurkan diri dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR terpilih periode 2019-2024. Surat pengunduran diri yang diteken Wahyu pada Jumat, 10 Januari 2020 itu dikirim keluarganya ke KPU.
 
Surat tersebut ditujukan untuk Presiden Jokowi. KPU sudah mengirim surat pengunduran diri Wahyu ke Istana. Salinan surat itu bakal dikirim kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan DPR. Presiden nantinya akan mengeluarkan surat keputusan terkait nasib Wahyu.
 
Wahyu Setiawan ditangkap KPK pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu sebelumnya diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus suap proses PAW anggota DPR terpilih periode 2019-2024. Dua di antaranya yakni Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya, sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina.
 
Caleg PDIP daerah pemilihan Sumatera Selatan I Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka pemberi suap. Saeful merupakan staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan hanya Harun Masiku yang belum ditahan KPK. KPK meminta Harun segera menyerahkan diri. Sementara itu, tiga tersangka lain telah ditahan.
 


 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif