Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat di Malang, Jumat 3 Agustus 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat di Malang, Jumat 3 Agustus 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Din Syamsudin Masuk Radar Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin

Nasional pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Arga sumantri • 19 Agustus 2018 14:49
Jakarta: Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto tak menampik Din Syamsudin masuk radar Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah digadang-gadang calon terkuat memimpin kampanye Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Nanti ada beberapa nama yang nanti kami serahkan kepada Pak Jokowi. Yang penting seluruh bangunan organisasi tim kampanye telah bekerja," kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 19 Agustus 2018.

Din disebut sengaja dipilih untuk menggaet suara kalangan Muhammadiyah. Namun, Hasto masih menjawab diplomatis soal informasi itu 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Ini adalah demokrasi dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat. Rakyatlah sebagai hakim tertinggi bahwa pendekatan tokoh, pendekatan organisasi itu dilakukan. Saya kira muaranya pada rakyat itu sendiri," jelasnya.  Baca: Sekjen PDI Perjuangan Sebut Ma'ruf Ahli Ekonomi Keumatan

Selain Din, dua nama lain yang mencuat yakni mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali dan pengusaha Chairul Tandjung. Hasto tak menampik nama-nama itu merupakan kandidat yang mumpuni. 

"Ya nanti kita lihat banyak kandidat yang bagus. Ya memang ini sebagai jadi gotong royong dari seluruh tim kampanye Pak Jokowi. Lalu harus ada tahapan-tahapannya," ucap Hasto. 

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyebut ada tiga nama yang disiapkan menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Tiga nama itu bukan dari tokoh partai.

“Begini, kami mencoba untuk menakar nama nama yang memang tidak menyulitkan kita satu sama lain untuk meletakkan kemudahan berkomunikasi. Kalau itu salah satu parpol juga nanti akan menjadi semacam, 'kok saya merasa lebih berhak, di sini merasa lebih berhak' sehingga memang kecenderungan di luar parpol ini setidaknya ada di tiga nama ini,” kata Rommy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. 




(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi